Suara.com - Drama terbaru Ji Chang Wook dan D.O EXO, The Manipulated, yang telah lama dinanti akhirnya resmi tayang di Disney+ Hotstar mulai 5 November 2025.
Diketahui, drakor The Manipulated diadaptasi dari film Fabricated City yang rilis pada 2017. Menariknya, kedua proyek tersebut sama-sama dibintangi oleh Ji Chang Wook.
Dalam The Manipulated, Ji Chang Wook berperan sebagai Tae Joong, pria biasa yang kesehariannya bekerja sebagai kurir makanan.
Kehidupan Taejoong seketika berubah drastis ketika dijebak sebagai pelaku pemerkosaan dan pembunuhan.
Sementara, dalam film Fabricated City, Ji Chang Wook berperan sebagai Kwon Yoo, seorang pemain gim profesional yang juga mantan atlet taekwondo.
Ia dijebak atas kasus pembunuhan dan kemudian harus berjuang untuk membersihkan namanya sendiri.
Meski dua karakter ini memiliki kemiripan, bukan berarti tugas sang aktor dalam mendalami karakter ini lebih enteng.
Dalam konferensi pers The Manipulated, Ji Chang Wook mengaku enggan menjiplak aktingnya sendiri untuk karakter Tae Joong.
Baca Juga: Sinopsis LOVE.exe, Drama Komedi Romantis Baru Kim Yo Han dan Hwang Bo Reum Byeol di Viu
"Aku tak ingin meniru apa yang sudah kulakukan. Ini karakter yang sama sekali berbeda," ungkapnya.
Bahkan pendekatan Ji Chang Wook dalam berakting di The Manipulated pun jauh berbeda dengan di Fabricated City.
Saat memerankan karakter Tae Joong dalam drakor The Manipulated, ia berusaha untuk menghubungkan karakternya dengan situasi yang ia hadapi.
"Kali ini, tujuanku adalah mengekspresikan emosi yang muncul dari situasi tersebut, alih-alih berfokus pada karakter itu sendiri," sambung Ji Chang Wook.
"Alih-alih berusaha untuk membuat Tae Joong menjadi karakter multidimensi, fokusku adalah untuk benar-benar tenggelam dalam situasi yang ia hadapi dan menyampaikan emosi tersebut, serta memastikan penonton dapat mengikutinya. Itulah tantangan terbesar saya," papar Ji Chang Wook.
Sinopsis The Manipulated

Drama The Manipulated menceritakan dendam seorang pria bernama Tae Joong (Ji Chang Wook) yang masuk penjara karena menjadi korban salah tangkap dari sebuah kasus kejahatan.