Suara.com - JPMorgan tengah menjadi perbincangan atas ketegangannya dengan komunitas Bitcoin hingga muncul seruan boikot.
Seruan boikot itu berawal dari JPMorgan yang menyatakan akan mengeluarkan MicroStrategty (MSTR) dan perusahaan sejenis dari MSCI mulai tahun 2026.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) rupanya berencana mengecualikan perusahaan perbendaharaan kripto.
Harga saham MicroStrategy yang turun tajam lebih dari Bitcoin menjadi alasan JPMorgan mengambil keputusan tersebut.
Atas pernyataan yang rilis pada 23 November 2025, tagar boikot JPMorgan menjadi trending topic.
Bitcoin Grant Cardone melalui advokatnya pun memboikot JPMorgan dengan menarik US$20 juta atau sekitar Rp333 miliar.
Boikot JPMorgan juga disuarakan oleh Yudo Sadewa putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui Instagram Story.
Seperti diketahui, Yudo Sadewa sudah menjadi trader dan investor aset kripto termasuk Bitcoin sejak duduk di bangku sekolah menengah.
Baca Juga: Asal-usul Ondel-Ondel Betawi, Jadi Tema Acara Ultah Pertama Anak Kaesang Pangarep
Selain itu, nama JPMorgan tak asing di telinga masyarakat Indonesia lantaran Erina Gudono pernah bekerja di sana.
Istri Kaesang Pangarep tersebut bekerja sebagai Finance Analyst - Global Market Operations di JPMorgan sejak 2021.
Tugas Erina Gudono di JPMorgan ialah mengawasi operasi pasar, menangani operasi bisnis, menganalisis masalah, melakukan penelitian, dan membuat laporan kepada pemangku kepentingan dan BI - OJK.
Namun Erina Gudono ternyata hanya satu tahun bekerja di JPMorgan. Ia berhenti sebelum menikah dengan Kaesang Pangarep pada Desember 2022.
Saat ini Erina Gudono yang telah menyelesaikan S2 di University of Pennsylvania bekerja di UNESCO sebagai UN Partnership Unit berdasarkan profil LinkedIn miliknya.
Erina Gudono juga fokus menjadi seorang ibu dari bayi perempuan yang dilahirkannya pada 15 Oktober 2024.
Untuk diketahui, JPMorgan merupakan perusahaan jasa keuangan dan bank investasi multinasional Amerika yang beroperasi di seluruh Indonesia.
Layanan yang disediakan JPMorgan seperti perbankan investasi, perbankan komersial, manajemen aset, hingga keuangan untuk konsumen dan usaha kecil.
Sebagai empat bank terbesar di Amerika Serikat, JPMorgan berdiri pada 1871, lalu merger dengan The Chase Manhattan tahun 2000.
Kini JPMorgan diboikot karena rencananya mengeluarkan MicroStategy dari indeks MSCI dianggap menekan saham perusahaan yang pro Bitcoin.
Selain itu, JPMorgan yang gagal melaporkan transaksi mencurigakan mendiang Jeffrey Epstein selama bertahun-tahun menimbulkan kemarahan komunitas kripto.
Seruan boikot lantas menggema di media sosial dengan menyarankan masyarakat untuk menutup akun bank JPMorgan.
Kontributor : Neressa Prahastiwi