- Daftar Top 5 Netflix Indonesia per Senin, 8 Desember 2025, didominasi oleh film lokal dengan genre utama horor dan drama.
- Film "Panggil Aku Ayah" (drama komedi) menduduki peringkat pertama, diikuti oleh film horor adaptasi kisah viral "Sihir Pelakor" di posisi kedua.
- Satu-satunya film non-Indonesia yang masuk Top 5 adalah sekuel monster Norwegia "Troll 2" di posisi kelima.
Suara.com - Memasuki pekan kedua bulan Desember 2025, persaingan film di layanan streaming Netflix Indonesia semakin memanas.
Daftar "Top 5" hari ini, Senin (8/12/2025), menunjukkan tren menarik di mana film-film produksi lokal mendominasi perhatian penonton tanah air.
Para pelanggan Netflix di kota-kota besar tampaknya sedang menggandrungi genre yang mengaduk emosi, mulai dari drama keluarga yang menyentuh hati hingga teror horor yang diangkat dari kisah nyata atau urban legend viral.
Bagi kamu yang sedang mencari tontonan berkualitas untuk mengisi waktu luang sepulang kerja atau sekadar ingin update dengan tren sinema terkini, berikut adalah ulasan mendalam mengenai lima film yang menempati posisi puncak daftar tontonan di Netflix Indonesia hari ini.
1. Panggil Aku Ayah
Posisi teratas ditempati oleh sebuah drama keluarga berbalut komedi yang sukses membuat penonton tertawa sekaligus menangis. Film ini menyajikan premis yang unik tentang hubungan antarmanusia yang tumbuh di situasi tak terduga.
Cerita berpusat pada dua sosok penagih utang atau debt collector, Dedi (diperankan dengan apik oleh Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (dimainkan oleh Boris Bokir).
Kehidupan keras jalanan yang mereka jalani berubah drastis ketika mereka terpaksa merawat seorang gadis kecil bernama Intan, yang diperankan oleh aktris cilik berbakat, Myesha Lin.
Intan "terjebak" bersama dua penagih utang ini lantaran ibunya menjadikannya jaminan atas utang yang melilit. Pada awalnya, kehadiran Intan dianggap sebagai beban berat yang mengganggu pekerjaan Dedi dan Tatang.
Namun, seiring berjalannya waktu, kepolosan dan ketulusan bocah tersebut perlahan meruntuhkan tembok kekerasan hati mereka. Film ini menggambarkan bagaimana ikatan keluarga bisa terbentuk sangat kuat meski tanpa didasari oleh ikatan darah, mengajarkan penonton tentang definisi ketulusan dan tanggung jawab yang sesungguhnya.
Bagi penggemar konten horor yang berbasis kisah nyata, Sihir Pelakor menjadi tontonan wajib yang kini menduduki peringkat kedua. Film ini merupakan adaptasi dari narasi viral yang pernah mengguncang pendengar podcast horor populer, RJL5.
Alur ceritanya menyoroti kehidupan tragis Vita, seorang gadis SMP yang masa remajanya hancur berantakan akibat perselingkuhan ayahnya. Konflik memuncak ketika sang ayah terpikat oleh Rini, sosok wanita idaman lain yang ambisius.
Bukan sekadar perselingkuhan biasa, Rini dikisahkan menggunakan praktik ilmu hitam kuno dari tanah Jawa yang dikenal sebagai "Sabdo Pandito" untuk mengikat sang ayah.
Akibatnya, keluarga Vita mengalami teror mistis yang tak berkesudahan, mulai dari perubahan perilaku ayah yang drastis dan tidak wajar, hingga gangguan supernatural yang mengancam nyawa. Film ini menyajikan pertarungan batin yang intens antara logika modern, gejolak emosi keluarga yang retak, serta kekuatan gaib yang terus menghantui Vita hingga ia beranjak dewasa.
3. Rego Nyowo
Masih dari genre horor, posisi ketiga ditempati oleh Rego Nyowo. Film ini sangat relevan bagi audiens muda, terutama mahasiswa dan perantau, karena mengangkat latar belakang kehidupan anak kos. Ceritanya diadaptasi dari sebuah utas (thread) yang sempat viral di media sosial X (sebelumnya Twitter) mengenai sebuah kos-kosan misterius di kota Malang, Jawa Timur.
Premis utamanya sangat mengerikan, yaitu para penghuni kos tersebut tidak membayar sewa dengan uang, melainkan dengan nyawa mereka. Film ini mengeksplorasi keberadaan entitas jahat yang menguasai bangunan tersebut.
Penonton akan disuguhkan visualisasi mencekam tentang teror pocong gantung yang secara berkala meminta tumbal dari para penghuni. Rego Nyowo berhasil memvisualisasikan ketakutan kolektif masyarakat terhadap tempat tinggal yang menyimpan sejarah kelam.
4. BELIEVE: Takdir, Mimpi, Keberanian
Beralih ke genre aksi dan drama biopik, film BELIEVE menawarkan narasi inspiratif yang membangkitkan semangat nasionalisme. Film ini diangkat dari biografi Jenderal TNI Agus Subiyanto, menyajikan potret manusiawi di balik seragam loreng. Kisahnya tidak hanya berfokus pada pencapaian militer, melainkan menelusuri perjalanan hidup sang tokoh dari masa sulit.
Penonton diajak menyelami trauma masa lalu akibat luka keluarga yang disebabkan oleh perang yang dialami ayahnya. Film ini menggambarkan transformasi karakter utamanya, dari seseorang yang bergulat dengan konflik batin hingga menjadi prajurit TNI yang tangguh.
Pesan moral tentang merangkul takdir, mengejar mimpi, serta menemukan makna sejati dari keberanian dan pengorbanan menjadi inti cerita yang kuat, dibalut dengan adegan laga pertempuran yang menegangkan.
5. Troll 2
Satu-satunya film non-Indonesia yang berhasil menembus lima besar hari ini adalah Troll 2. Sekuel dari film monster sukses asal Norwegia ini kembali membawa ancaman yang jauh lebih masif. Cerita berlanjut ketika seekor troll baru bangkit dari tidur panjangnya dan menebar ancaman kehancuran.
Karakter Nora kembali menjadi sentral cerita sebagai sosok ahli yang diandalkan untuk memecahkan misteri dan strategi menghentikan makhluk raksasa tersebut.
Dalam misinya kali ini, Nora tidak sendirian. Ia bekerja sama dengan penasihat politik Andreas Isaksen dan Kristoffer Holm. Dinamika karakter semakin menarik karena Kristoffer Holm kini telah naik pangkat menjadi mayor, membawa otoritas dan sumber daya militer yang lebih besar dalam upaya menyelamatkan peradaban dari amukan troll tersebut.