- Film "Bapakmu Kiper" akan menampilkan sepak bola tarkam dengan bintang utama Fedi Nuril sebagai mantan kiper pensiunan.
- Kisah film ini berfokus pada drama hubungan ayah dan anak yang tidak harmonis dengan selipan komedi dan olahraga.
- Pengambilan gambar film ini dijadwalkan dimulai pada tanggal 18 Desember 2025 di tengah berbagai tantangan genre.
Suara.com - Film dengan latar sepakbola, siap hadir di bioskop. Namun bukan sekadar pertandingan bola, film bertajuk Bapakmu Kiper ini akan menyuguhkan sepakbola tarkam.
Fedi Nuril didapuk sebagai salah satu bintang utama. Ia akan berperan sebagai Warto, seorang mantan kiper dari klub Serigala Sakti.
"Dia kiper yang jago, tapi sudah pensiun. Akhirnya bekerja di pasar, punya kios dan jualan ikan," kata Fedi Nuril dalam konferensi pers di Karang Tengah, Tangerang pada Selasa, 16 Desember 2025.
Hal yang kemudian menarik perhatian Fedi Nuril adalah sepakbola tarkam. Di mana bukan hanya olahraga yang ada, tapi beberapa hal lain seperti bisnis juga ikut terlibat.
"Tarkam ini tidak hanya sport, ada bisnisnya, segala macam. Dan itu Indonesia banget, tentunya itu yang disukai penonton Indonesia yang mereka bisa relate," kata Fedi Nuril.
Lainnya adalah hubungan ayah dan anak yang menjadi pertimbangan Fedi Nuril menerima proyek tersebut.
"Ceritanya menarik perhatian saya, bagaimana hubungan bapak dan anak, itu cukup menyentuh," terang aktor 43 tahun ini.
![Konferensi pers film Bapakmu Kiper di Karang Tengah, Tangerang pada Selasa, 16 Desember 2025. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/16/62974-konferensi-pers-film-bapakmu-kiper.jpg)
Sosok yang kemudian menjadi anak Fedi Nuril adalah Ali Fikry. Bintang muda yang sedang naik daun tersebut akan berperan sebagai Dino, anak Warto.
"Dino ini punya mimpi sejak kecil buat main di Liga 2. Dia pengin main bola sama bapaknya karena mau menjadi pasangan emas," kata Ali Fikry.
Konflik yang kemudian tersaji adalah hubungan ayah dan anak yang tak harmonis. Inilah yang kemudian menjadi cerita di Bapakmu Kiper.
"Hubungan bapak dan anak ini nggak mesra, kita sering berantem. Ah belum bisa detail, pokoknya gitu," terang Ali Fikry.
Bicara soal sepakbola, Fedi Nuril dan Ali Fikry memang sudah tidak asing dengan olahraga tersebut. Namun beda cerita jika hal tersebut merupakan bagian dari film.
Ali Fikry menerangkan merasa sulit menyesuaikan gerakan badan dengan kamera.
"Persiapannya cukup menantang karena sebenarnya main bolanya aku udah bisa, tapi latihan jaga stamina, latihan gimana biar natural bisa jago main bola di kamera, itu sih yang dilatih," jelasnya.
Tantangan lain yang kemudian dihadapi adalah bermain dalam film bergenre komedi.
Ya, Bapakmu Kiper juga akan menghadirkan sisi lucu, selain drama mengenai hubungan ayah dan anak ini.
"Main komedi itu tantangan. Karena komedi itu adalah satu genre yang susah. Bagaimana kita bisa membuat orang tertawa tanpa terpaksa dilucu-lucuin gitu," kata Fedi Nuril.
Gabungan soal beberapa genre ini hadir dari sang sutradara, Ody C. Harahap. Ia tak hanya mau penonton larut dalam drama ayah dan anak, tapi juga merasa terhibur dengan selipan komedi.
"Kita punya tiga genre. Ada sport, drama dan komedi," terang Ody C. Harahap.
Selain sisi genre yang menarik, Ody C. Harahap juga mengangkat sepakbola tarkam yang mungkin jarang terekspos.
"Tarkam itu, Indonesia banget. Budaya, attitude, ada judi, banyak lah, keributan. Tapi juga ada drama keluarga," terang Ody C. Harahap
Inilah yang kemudian baginya menjadi daya tarik bagi film Bapakmu Kiper. Bahwa memang, ada perbedaan antara sepakbola di liga yang biasanya ditonton dengan tarkam.
![Konferensi pers film Bapakmu Kiper di Karang Tengah, Tangerang pada Selasa, 16 Desember 2025. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/16/45957-konferensi-pers-film-bapakmu-kiper.jpg)
Augie Fantinus yang juga bermain dalam film Bapakmu Kiper ini menjelaskan soal apa itu sepakbola tarkam.
Sebab seperti kata Ody C. Harahap, sepakbola yang biasanya dilihat berbeda dengan sepakbola tarkam alias antar kampung.
"Pemenangnya dapat ratusan juta. Main juga yang setahu gue ya, setiap pemain juga ada duit tampil. Terus kalau ngegolin dapat duit lagi, cash. Ya, itu satu hal yang tidak terjadi di liga kita yang liga profesional kan gitu. Dan eh bos-bosnya pun juga orang-orang yang berani ngeluarin duit untuk sepak bola karena hobinya," kata Augie Fantinus.
Ia menambahkan, "permainan bola ini kan body contact, ada kerasnya, ada ada ada kemungkinan cederanya berbahaya."
Film Bapakmu Kiper ini kemudian menangkap unsur esensial dari sepakbola tarkam tersebut dan disesuaikan dengan cerita.
"Kita pengin menggambarkan realita yang ada di Indonesia tentang sepak bola Tarkam, tapi emang dikemas dengan cara drama dan komedi yang yang seru gitu loh," pungkasnya.
Terkait kapan film Bapakmu Kiper tayang, harap bersabar. Sebab proses syuting baru akan dimulai 18 Desember 2025.