Menjawab Mereka yang Remehkan Soleh Solihun: Sangat Layak Jadi Juri Indonesian Idol

Yazir F Suara.Com
Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:37 WIB
Menjawab Mereka yang Remehkan Soleh Solihun: Sangat Layak Jadi Juri Indonesian Idol
Soleh Solihun [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Soleh Solihun bukan sekadar komika, melainkan mantan jurnalis musik senior dengan wawasan yang luas.
  • Ia memiliki rekam jejak kritik seni yang tajam dan penghargaan bergengsi (Adiwarta), menjamin penilaian yang kritis dan tidak normatif.
  • Kehadirannya memberikan perspektif jujur dan berani, memastikan penilaian kontestan didasarkan pada kualitas asli, bukan sekadar setelan drama.

Suara.com - Pengumuman formasi juri untuk Indonesian Idol Musim 14 membawa kejutan besar dengan munculnya nama Soleh Solihun.

Hadirnya nama Soleh seketika memicu gelombang diskusi di media sosial.

Sebagian audiens merasa skeptis dan melontarkan nada minor, mempertanyakan apa urusan seorang komika di kursi penjurian ajang pencarian bakat menyanyi terbesar di Indonesia tersebut.

Tapi kalau kita menelisik lebih dalam mengenai rekam jejak Soleh, keraguan tersebut sebetulnya tak beralasan.

Soleh Solihun bukanlah orang baru di industri musik. Kehadiran Soleh justru memberikan dimensi lain yang sering kali terlewatkan dalam kompetisi menyanyi.

Berikut adalah alasan kenapa Soleh Solihun adalah sosok yang sangat kompeten, setidaknya bagi saya, untuk menduduki salah satu kursi juri Indonesian Idol Musim 14.

1. Jurnalis Musik

Mungkin anak Gen Z hanya mengenal Soleh sebagai komedian atau komika, profesinya saat ini. Padahal, jauh sebelum itu, ia salah satu jurnalis musik paling disegani di masanya.

Pengalamannya bekerja di Trax Magazine dan Rolling Stone Indonesia adalah bukti sahih kapasitas Soleh di dunia musik.

Baca Juga: Lolos Audisi Indonesian Idol, Fajar Sadboy Siap Tinggalkan Pekerjaan

Bagi Soleh, menjadi jurnalis musik bukan sekadar mendengarkan lagu, melainkan menganalisa, memahami sejarah genre, hingga memetakan tren pasar.

Profesinya tersebut jadi bukti kalau Soleh punya wawasan tak biasa di dunia musik. Wawasan inilah yang sangat dibutuhkan Indonesian Idol.

2. Pengakuan Prestasi di Bidang Literasi dan Budaya

Kualitas analisis Soleh Solihun juga telah diakui secara resmi melalui penghargaan bergengsi.

Ia tercatat pernah memenangkan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2006 untuk kategori Seni dan Budaya berkat tulisannya di majalah Playboy Indonesia.

Penghargaan ini bukan pencapaian sembarangan. Ini adalah validasi bahwa Soleh memiliki kemampuan berpikir kritis dan kemampuan mengartikulasikan pandangannya secara tajam dan berbobot.

Dalam konteks Indonesian Idol, kemampuan ini sangat krusial. Seorang juri harus mampu memberikan kritik yang membangun, bukan sekadar pujian normatif.

Penghargaan tersebut membuktikan bahwa Soleh memiliki standar estetika yang tinggi dalam menilai sebuah karya seni, termasuk performa panggung seorang calon bintang.

3. Paham Industri Hiburan

Transformasi karier Soleh Solihun dari seorang jurnalis menjadi komika, aktor, hingga sutradara film memberikan ia perspektif 360 derajat tentang industri hiburan.

Soleh tahu betul bagaimana sebuah "produk" hiburan dikemas dan dipasarkan. Pengalamannya menyutradarai film membuatnya paham tentang aspek visual, storytelling, dan bagaimana membangun karisma di depan kamera.

Pengetahuan ini sangat relevan karena Indonesian Idol tidak hanya mencari penyanyi dengan vokal merdu, tetapi mencari seorang entertainer paket lengkap yang siap terjun ke industri yang keras.

4. Opini yang Gamblang

Salah satu keluhan penonton terhadap ajang pencarian bakat adalah komentar juri yang terkadang dianggap terlalu "manis" atau settingan demi rating. Di sinilah peran Soleh Solihun menjadi sangat penting.

Soleh Solihun dikenal jujur dalam menyampaikan opininya. DNA-nya sebagai jurnalis mampu membuat ia berpikir objektif. Ia bahkan dijuluki si Mulut Racun.

Kejujuran Soleh yang sering kali ceplas-ceplos justru menjadi angin segar. Ia tidak akan ragu mengatakan sebuah penampilan membosankan jika memang kenyataannya demikian.

Soleh ketika masih menjadi wartawan musik pernah mengkritik album Clubeighties, Summer 83. Tulisan pedas Soleh cukup bikin panas telinga para personel band tersebut saat itu.

5. Sudut Pandang 'Out of the Box'

Kekuatan utama Soleh Solihun terletak pada cara berpikirnya yang tidak konvensional. Ia sering kali melihat sesuatu dari sudut pandang yang tidak terpikirkan oleh orang awam.

Sebagai contoh, ia pernah mengkritik simbol hukum timbangan dan menyarankan diganti pisau yang memotong karena dianggap lebih mewakili realitas hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI