Ikhlas Melepas Ayah, Gilang Dirga Sambut Tahun 2026 dalam Suasana Duka

Senin, 05 Januari 2026 | 08:00 WIB
Ikhlas Melepas Ayah, Gilang Dirga Sambut Tahun 2026 dalam Suasana Duka
Gilang Dirga tak bisa menyembunyikan kesedihan usai prosesi pemakaman sang ayah, Wendi Indra bin Muhammad Yasin yang meninggal Rabu (31/12/2025) dini hari tadi. Jenazah dimakamkan di TPU Al Hidayah, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada pagi tadi. [Tiara Rosana/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Presenter Gilang Dirga menghadapi Tahun Baru 2026 dalam suasana duka karena wafatnya sang ayah, Wendi Indra, pada 31 Desember 2025.
  • Wendi Indra meninggal dunia akibat serangan jantung, dan keluarga menggelar tahlilan sederhana di rumah duka Bekasi, Jawa Barat.
  • Almarhum Wendi Indra dikenal sebagai sosok ayah yang sederhana, tidak pernah menuntut, dan sering memberi nasihat penting.

Suara.com - Tahun baru 2026 menjadi momen yang berbeda bagi presenter Gilang Dirga. Tak ada perayaan kembang api atau tawa riuh seperti biasanya.

Suami Adiezty Fersa ini harus melewati pergantian tahun dalam suasana duka mendalam usai kepergian sang ayah tercinta, Wendi Indra.

Ditemui di rumah duka di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 1 Januari 2026 usai acara tahlilan, Gilang tampak berusaha tegar meski raut kesedihan tak bisa disembunyikan. 

Ayahanda Gilang diketahui mengembuskan napas terakhir akibat serangan jantung pada Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 00.40 WIB.

"Ya pasti tidak mudah melewatinya, karena saya anak pertama. Biasanya kita kalau tahun baru itu setidaknya kumpul, muhasabah, main kembang api. Ya memang jalannya harus begitu. Jadi memang berbeda tahun ini," kata Gilang kepada awak media.

Gilang Dirga tak bisa menyembunyikan kesedihan usai prosesi pemakaman sang ayah, Wendi Indra bin Muhammad Yasin yang meninggal Rabu (31/12/2025) dini hari tadi. Jenazah dimakamkan di TPU Al Hidayah, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada pagi tadi. [Tiara Rosana/Suara.com]
Gilang Dirga tak bisa menyembunyikan kesedihan usai prosesi pemakaman sang ayah, Wendi Indra bin Muhammad Yasin yang meninggal Rabu (31/12/2025) dini hari tadi. Jenazah dimakamkan di TPU Al Hidayah, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada pagi tadi. [Tiara Rosana/Suara.com]

Suasana di kediaman almarhum pada malam setelah pemakaman berlangsung khidmat namun sederhana. Gilang mengakui bahwa acara tahlilan digelar secara dadakan. 

Niat awal keluarga yang hanya ingin membaca Yasin secara privat berubah menjadi momen kebersamaan berkat kepedulian warga sekitar.

"Kita penginnya keluarga sudah baca Yasin aja bareng-bareng. Tapi alhamdulillah tetangga perhatian sama kita, jadi mereka menawarkan diri untuk ikut serta," jelas ayah satu anak tersebut.

Gin Kehilangan Sahabat Bermain

Baca Juga: Gilang Dirga Anggap Bendera One Piece Bentuk Protes Ketidakadilan: Berlebihan Kalau Dianggap Makar

Gilang Dirga tak bisa menyembunyikan kesedihan usai prosesi pemakaman sang ayah, Wendi Indra bin Muhammad Yasin yang meninggal Rabu (31/12/2025) dini hari tadi. Jenazah dimakamkan di TPU Al Hidayah, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada pagi tadi. [Tiara Rosana/Suara.com]
Gilang Dirga tak bisa menyembunyikan kesedihan usai prosesi pemakaman sang ayah, Wendi Indra bin Muhammad Yasin yang meninggal Rabu (31/12/2025) dini hari tadi. Jenazah dimakamkan di TPU Al Hidayah, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada pagi tadi. [Tiara Rosana/Suara.com]

Salah satu sosok yang paling merasakan kehilangan adalah putra Gilang, Gin Dirga. Bagi Gin, sang kakek yang dia panggil "Unggang" bukan sekadar orang tua, melainkan sahabat bermain. 

Kedekatan keduanya begitu erat, bahkan kerap memiliki dunia sendiri saat keluarga besar sedang berkumpul.

"Dia tuh suka main sama Gin. Setiap berapa hari itu pasti ada telepon Gin, video call," kenang Gilang.

Adiezty Fersa menambahkan, putranya sempat menangis hebat saat melihat jenazah sang kakek. Meski masih kecil, Gin perlahan mulai memahami konsep perpisahan tersebut.

"Kemarin pas kita jelasin dan dia datang lihat jenazah Unggang-nya, dia nangis banget. Tapi kita selalu jelaskan bahwa Unggang sudah meninggal, nanti kita ketemu lagi di surga insya Allah," tutur Adiesty.

Sosok Ayah yang Tak Pernah Menyusahkan

Di mata anak dan menantunya, Wendi Indra adalah figur ayah yang sangat sederhana dan tidak pernah menuntut. 

Ada satu momen yang membekas di ingatan Adiezty, yakni ketika sang mertua bersikeras ingin membayar makanan saat berkunjung ke restoran milik anaknya sendiri.

"Enggak minta apa-apa banget sih, bahkan makan di restorannya Gilang dia mau bayar. Sampai kita bilang, 'Papa enggak usah, ini kan bisnis kalian'. Segitu santainya beliau," cerita Adiesty.

Gilang pun menegaskan bahwa tidak ada penyesalan terkait hal-hal materi yang belum sempat diberikan. Baginya, sang ayah bukan tipe orang yang mengukur kebahagiaan dari materi.

"Bokap juga bukan tipikal yang demanding pengin ini, pengin itu. Dia melihat anaknya di TV aja sudah senang. 'Kalau sedih, gue ada paling depan buat kalian'. Itu tipikalnya begitulah," imbuh Gilang.

Nasihat Tentang Kebersihan dan Siksa Kubur

Gilang Dirga tak bisa menyembunyikan kesedihan usai prosesi pemakaman sang ayah, Wendi Indra bin Muhammad Yasin yang meninggal Rabu (31/12/2025) dini hari tadi. Jenazah dimakamkan di TPU Al Hidayah, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada pagi tadi. [Tiara Rosana/Suara.com]
Gilang Dirga tak bisa menyembunyikan kesedihan usai prosesi pemakaman sang ayah, Wendi Indra bin Muhammad Yasin yang meninggal Rabu (31/12/2025) dini hari tadi. Jenazah dimakamkan di TPU Al Hidayah, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada pagi tadi. [Tiara Rosana/Suara.com]

Sebagai kepala keluarga, Gilang banyak meneladani sikap almarhum dalam memecahkan masalah. Namun, ada nasihat-nasihat kecil namun mendalam yang selalu terngiang di benak presenter 36 tahun itu, terutama soal kebersihan dan ibadah.

"Salah satu yang paling ingat, kalau zaman muda lagi nyetir terus mau buang air di pinggir jalan, Bokap tuh selalu ngingetin, 'Cuci, bersihin, siksa kubur lho itu'. Mudah-mudahan dengan gue melakukan nasihat itu dan yang lain-lainnya, jadi pahala jariyah buat beliau," ungkap Gilang.

Selain soal agama, almarhum juga kerap mengingatkan Gilang untuk menjaga kesehatan dan mengurangi rokok, mengingat riwayat penyakit jantung yang diderita Wendi Indra beberapa tahun terakhir.

Mengikhlaskan Kepergian

Kini, Gilang dan keluarga besar telah ikhlas melepas kepergian Wendi Indra. Barang-barang peninggalan almarhum rencananya akan disimpan atau disumbangkan agar menjadi amal jariyah. 

Tidak ada rencana khusus untuk peringatan tujuh hari, mengingat kondisi fisik keluarga yang kelelahan setelah terjaga hampir 24 jam mengurus jenazah.

"Kalau rindu mah selalu. Tapi hidup kan begitu, ada yang pergi, ada yang ditinggalkan. Allah semua yang punya skenario, kita harus jalankan," pungkas Gilang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI