- Inara Rusli kehilangan lebih dari 90 persen pekerjaan dan bisnisnya akibat pembatalan kontrak kerja sama setelah dilaporkan atas dugaan perzinaan.
- Kasus hukum yang dilaporkan oleh Wardatina Mawa membuat banyak mitra kerja memutus kontrak karena keraguan terhadap citra Inara.
- Selain kerugian materiil yang fantastis, Inara juga mengalami tekanan psikologis berat akibat sorotan negatif publik dan proses hukum yang berjalan.
Suara.com - Inara Rusli yang belakangan ini tengah membangun kariernya di dunia hiburan dan bisnis, kini harus menghadapi kenyataan pahit.
Inara dikabarkan mengalami kerugian finansial yang sangat signifikan setelah terseret dalam laporan dugaan kasus perzinaan dan perselingkuhan.
Kasus yang menyeret nama Inara Rusli ini bermula dari laporan yang diajukan oleh seorang wanita bernama Wardatina Mawa di Polda Metro Jaya. Wardatina Mawa diketahui merupakan istri sah dari seorang pria bernama Insanul Fahmi, pria yang memiliki hubungan spesial dengan Inara.
Laporan ini seketika menghantam berbagai lini kehidupan Inara, terutama dari sisi ekonomi dan profesionalitas.
Kuasa hukum Inara Rusli, Daru Quthny, secara terbuka membeberkan kondisi kliennya yang saat ini tengah limbung secara finansial.
Menurut Daru, status Inara sebagai terlapor membuat banyak mitra kerja merasa ragu untuk melanjutkan kerja sama yang sudah terjalin.
Sejumlah kontrak kerja yang sebelumnya sudah ditandatangani dan siap dijalankan terpaksa dibatalkan secara sepihak oleh klien maupun brand yang bekerja sama dengan Inara.
"Sudah pasti (merugi secara finansial)," kata ujar Daru di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Meskipun pihak kuasa hukum tidak menyebutkan angka pasti secara nominal rupiah, namun kerugian tersebut ditaksir mencapai angka yang sangat fantastis.
Batalnya kontrak-kontrak kerja tersebut secara otomatis memutus aliran pendapatan utama Inara Rusli dalam beberapa waktu terakhir.
"Jumlahnya kami nggak tahu, tetapi dipastikan kerugiannya cukup lumayan, karena banyak kontrak-kontrak yang akhirnya nggak bisa dijalankan," ujarnya.
Tak hanya kehilangan pekerjaan di dunia hiburan, lini bisnis yang tengah dirintis oleh Inara Rusli pun ikut terdampak hebat. Citra baik yang selama ini dibangun Inara seolah teruji dengan adanya tudingan miring yang masuk ke ranah hukum ini.
Daru Quthny menjelaskan bahwa hampir seluruh aktivitas usaha atau unit bisnis yang dijalankan oleh Inara mengalami hambatan yang sangat serius.
Kebanyakan dari operasional bisnis tersebut kini dalam status standby atau berhenti sementara hingga ada kejelasan hukum mengenai status Inara Rusli.
Dampak ini tidak main-main. Daru menyebutkan bahwa persentase pekerjaan yang hilang atau terhenti mencapai angka yang sangat memprihatinkan, yakni lebih dari sembilan puluh persen dari total seluruh aktivitas produktif Inara.
"Sebagian besar hampir 90 persen lebih itu sementara menunggu perkara ini selesai," kata Daru.
Di balik kerugian materiil yang kasat mata, ada beban lain yang jauh lebih berat dirasakan oleh Inara Rusli, yakni tekanan psikologis atau mental.
Daru mengonfirmasi bahwa kliennya memang mengalami guncangan mental akibat kasus ini.
Sorotan publik yang begitu tajam dan komentar-komentar di media sosial menambah beban pikiran Inara yang saat ini juga harus fokus menghadapi proses penyelidikan.
"Dipastikan, ya, kalau untuk mental, pasti Inara kena lah. Enggak mungkin enggak," ucapnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian di Polda Metro Jaya masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait laporan yang diajukan oleh Wardatina Mawa.
Pihak Inara sendiri menyatakan akan bersikap kooperatif dalam mengikuti setiap tahapan hukum yang berlaku, meski harus dibayar mahal dengan kehilangan sebagian besar mata pencahariannya.