- Polres Metro Jakarta Selatan tidak menemukan narkoba di TKP; ditemukan obat medis dan surat rawat jalan RSPI almarhumah Lula.
- Ayah almarhumah mengungkap Lula memiliki riwayat penyakit GERD dan pembengkakan usus yang sering kambuh.
- Keluarga menyayangkan Lula menahan rasa sakitnya sendiri, yang diduga menyebabkan komplikasi hingga kematian pada Jumat, 23 Januari 2026.
Ditemui usai prosesi pemakaman, Feroz menjelaskan bahwa putrinya memiliki riwayat penyakit pencernaan yang cukup serius, yakni GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan masalah pada usus.
Kondisi kesehatan Lula dikabarkan memang sempat menurun drastis saat pergantian tahun baru lalu.
"Kalau firasat sih enggak, cuma kan yang kita tahu semua ya waktu tahun baru dia sempat masuk ke rumah sakit beberapa hari. Itu memang dia punya GERD ya, itu udah yang sering kambuh," kata Feroz dengan mata sembab.
Lebih detail, Feroz menyebutkan adanya komplikasi lain yang diderita putrinya namun sering disembunyikan dari keluarga agar orangtuanya tidak khawatir.
"Sering kambuh, terus dia juga ada pembengkakan di usus. Itu yang sering dia keluhin, tapi dia enggak keluh ke keluarga. Dia keluhnya sama teman-temannya, teman dekatnya. Dia bilang sakit banget," tutur Feroz.
Menurut Feroz, rasa sakit di bagian kiri tubuh putrinya sering terasa kencang. Dia menduga, kematian Lula adalah akibat komplikasi dari penyakit yang ditahannya tersebut.
"Mungkin komplikasi dari situ. Saya kira sakit. Ya semua tahulah pas tahun baru dia di rumah sakit," imbuhnya.
Menahan Sakit Sendirian
Penuturan sang ayah menyiratkan betapa Lula berusaha terlihat kuat di depan keluarganya.
Baca Juga: Sakit Borongan, Gejala ISK yang Dibeberkan Lula Lahfah Sebelum Meninggal
Feroz menyesalkan bahwa putrinya lebih memilih memendam rasa sakit itu atau hanya bercerita kepada teman dekatnya, sehingga keluarga tidak bisa mengambil tindakan medis lebih cepat saat kondisi kritis terjadi di apartemen.
"Tapi kita enggak tahu gitu loh. Kalau kita tahu mungkin kita suruh dia berobat lah, tapi kenapa dia enggak gitu. Ya itu mungkin akhirnya dia tahan, dia tahan, dia tahan akhirnya tadi malam itu," ucap Feroz dengan nada penyesalan.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, keluarga mengira Lula menjalani aktivitas normal seperti biasa.
Kecurigaan baru muncul ketika Lula tidak memberikan kabar seharian hingga siang hari.
"Kita enggak tahu, jadi dia normal seperti biasa kan, malam tidur, pagi aktivitas. Ya udah cuma ya hari itu sampai siang enggak ada kabar," tuturnya.
Pintu apartemen yang terkunci dari dalam akhirnya dibuka paksa oleh pihak manajemen atas permintaan asisten rumah tangga.