Selain itu, warganet mengenang kewajiban mereka mencatat ceramah dan meminta tanda tangan ustaz yang menjadi imam salat tarawih.
"Gw dulu cuman bawa buku sama pulpen buat nyatet ceramah sama minta TTD doang, terus bawa duit buat jajan pulang teraweh, sekarang mah beda ya," tulis akun @chaa26***.
"Dulu gue bawa buku buat minta tanda tangan imam terawih," kenang akun @ressim***.
Fenomena anak SD memakai make up sebenarnya sudah ramai disoroti sejak 2024.
The Minnesota Daily kala itu menyoroti anak-anak usia 8 hingga 12 tahun yang rutin memakai skincare, makeup, hingga pakaian layaknya orang dewasa.
Fenomena itu juga dapat dilihat dari konten-konten anak SD di media sosial.
Pengaruh algoritma media sosial pun dirasa sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap gaya mereka.
Bagaimana tidak, State of Mobile 2023 melaporkan masyarakat Indonesia termasuk anak-anak memantau media sosial sekitar enam jam per hari.
Oleh sebab itu, anak-anak SD yang mendadak dewasa ini kemungkinan dipengaruhi media sosial dan kurangnya kontrol tontonan dari orangtua. Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi