"Dan sebaliknya, dari gerakan akar rumput soal lingkungan yang dibuat ngetrend juga mendorong kebijakan publik pro lingkungan, mendorong demand untuk produk-produk dan praktik bisnis yang pro lingkungan," jelasnya.
"Aku enggak bekerja sendirian. Aku berkolaborasi dengan Kementerian dan Lembaga, NGO, sekolah-sekolah, ibu-ibu PKK, termasuk juga CSR perusahaan, untuk membangun dampak yang lebih besar," tegas Tasya Kamila.

Pelantun lagu Libur Telah Tiba ini juga menyinggung soal pajak. Menurutnya pajak yang sudah disetorkan oleh manajemennya sejak lulus sudah menutup biaya kuliahnya.
"Kak, kalau mau ngomongin monetary impact, Alhamdulillah dari rezekiku dalam pekerjaanku di industri kreatif juga sudah berkontribusi untuk pajak. Kalau dihitung sejak aku lulus, pajak yang management-ku setorkan Insya Allah udah bisa nutup itu uang sekolahku," katanya.
"Insya Allah aku masih ada semangat untuk terus berdampak baik di tiap pekerjaan yang aku jalani. Ini baru sebagian dari perjalananku," tutup Tasya Kamila.
Jawaban Tasya Kamila ini lagi-lagi menuai kritik dari warganet, terutama saat menyinggung soal pajak.
"Kuliah + living cost segede itu kalau kontribusinya jadi speaker talkshow, nyanyi lagu anak, dan BAYAR PAJAK mah enggak usah minta bayarin kuliah di Ivy League, Mbak," ujar salah satu netizen.
"Kalau bisa setor pajak dengan nominal yang bisa nutup uang sekolah, kenapa kemarin sekolah pakai duit LPDP?" timpal lainnya.
Kontributor : Yoeni Syafitri Sekar