- Pemprov Kaltim mengalokasikan Rp 73 juta hanya untuk jasa pembuatan naskah pidato tahun 2026.
- Warganet mengecam keras kebijakan ini karena dinilai tidak empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
- Kasus ini memperpanjang daftar polemik Gubernur Rudy Mas’ud setelah sebelumnya disorot terkait pembelian mobil mewah.
Suara.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menjadi pusat perhatian publik. Ini karena rencana anggaran untuk pidato yang mencapai puluhan juta rupiah.
Pemprov Kaltim telah menganggarkan dana khusus untuk belanja jasa tenaga ahli pembuatan pidato. Nilai yang disiapkan untuk penyusunan, mencapai sekitar Rp 73 juta pada tahun anggaran 2026.
Pengajuan anggaran fantastis ini sudah terdaftar secara resmi dalam sistem pengadaan nasional atau SPSE/Inaproc. Dokumen perencanaan tersebut terpantau dibuat pada tanggal 25 Januari 2026.
Dalam rinciannya, nilai pagu paket atau batas maksimal anggaran yang disediakan mencapai angka Rp 80,4 juta.
Sementara itu, Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang disusun oleh Pejabat Pembuat Komitmen ditetapkan sebesar Rp 73,7 juta.
Kabar ini mendadak viral setelah diunggah ulang oleh akun gosip dan memicu kemarahan publik.
Hal ini seolah menambah daftar kontroversi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang kini berusia 50 tahun.
Sebelumnya, Rudy Mas'ud sempat menuai polemik karena pengadaan mobil mewah senilai Rp 8,5 miliar.
Kala itu, ia berdalih bahwa pembelian mobil tersebut dilakukan demi menjaga marwah masyarakat Kalimantan Timur.
Baca Juga: Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah
Warganet yang geram langsung membanjiri kolom komentar dengan berbagai kritik tajam.
Mereka menilai pengeluaran tersebut sangat melukai perasaan rakyat kecil yang sedang kesulitan ekonomi.
"Hidup pake duit rakyat banyak gaya," tulis akun ayyayyyyyy_.
Netizen lain juga menyoroti ketimpangan sosial yang terjadi di Kalimantan Timur. Ia menyebut masih banyak warga yang kesulitan hanya untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
"Setiap hari pasti ada rakyat yang menahan lapar. sedangkan pemimpin menghabiskan uang rakyatnya untuk hal yang tidak wajar," komentar akun @yai.kelot.
Beberapa orang bahkan melontarkan komentar bernada sarkasme melihat besarnya bayaran untuk seorang penulis sambutan.
Mereka menawarkan diri untuk menggantikan posisi tenaga ahli tersebut.
"Sini aku tulisin pak. Lumayan 73jt," celetuk akun rosyrmd.