Suara.com - Perang antara Amerika-Israel vs Iran yang berdampak secara global tengah menjadi sorotan.
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri pun dilaporkan masih 'terjebak' karena serangan rudal ke Bandara Dubai.
Melalui unggahan videonya di Instagram, Sujiwo Tejo ikut berkomentar mengenai perang yang sedang terjadi.
Budayawan kelahiran 1962 tersebut rupanya menyayangkan esensi perang yang berubah seiring dengan perkembangan teknologi.
"Salam. Ini perang dalam arti duel. Kaki ketemu mata, tangan ketemu dada. Atau bukan perang, tapi cuma pesta kembang api dan pesta petasan," sentilnya.
Dalam video yang dibagikan pada Selasa, 3 Maret 2026 tersebut, Sujiwo Tejo menilai perang saat ini dilakukan oleh para pengecut.
Bagaimana tidak, meski teknologi semakin maju, mereka hanya saling mengirim serangan tanpa berhadapan secara langsung.
"Buat apa ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan kalau ternyata hanya membuat kita untuk menjadi pengecut," tutur Sujiwo Tejo.
"Tidak berhadap-hadapan dada ketemu dada seperti zaman dulu. Mata ketemu mata. Itu namanya jantan," sambungnya.
Lebih lanjut, Sujiwo Tejo menjelaskan definisi 'jantan' tidak berhubungan dengan jenis kelamin, melainkan keberanian.
"Dulu kalau kita kelai, ke pematang, hadep-hadepan. Ini perang kok saling sembunyi, cuma jarak jauh. Ilmu pengetahuan membuat kita memalukan," pungkasnya.
Menanggapi pendapat Sujiwo Tejo, warganet banyak yang setuju dengan pendapat tersebut.
Namun tak sedikit pula warganet yang kontra, menilai kemajuan zaman justru membuat perang semakin mudah sehingga tidak perlu berhadap-hadapan.
"Ini dunia udah maju, realitas hidup di dunia zaman sekarang nggak bisa disamain sama jaman Mahabarata," komentar akun @skurzshi****.
"Zaman udah berubah mbah, perang dunia keempat baru mata ketemu mata, kaki ketemu kaki," kata akun @anwardha****.
"Sekarang serba online mbah, jarak jauh," sahut akun @fiki****.
"Ya mbah udah tua, jangan ajak yang muda-muda mati kalau kita punya opsi hidup damai," balas akun @sigit.ardian***.
Sebagai informasi, perang Amerika-Israel vs Iran masih berlangsung hingga berita ini ditulis.
Israel dikabarkan memperkuat pasukan di Lebanon Selatan yang berhasil mereka duduki, sedangkan drone Iran menyerang kedutaan Amerika di Riyadh.
Dampak dari perang tersebut, harga minyak terus naik dan dolar semakin menguat.
Ketika Presiden Amerika Donald Trump memperingatkan Iran, Israel dikabarkan menyerang Beirut dan Teheran.
Kantor presiden di Teheran pun diserang Israel, meningkatkan jumlah korban tewas mencapai 787 orang.
Kontributor : Neressa Prahastiwi