- Mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang, mengingatkan umat Islam untuk tidak terpecah karena sentimen mazhab, terutama terkait Syiah.
- Ia menegaskan bahwa Syiah tetap bagian dari umat Nabi Muhammad SAW, meski ada perbedaan internal dan kelompok ekstrem di kedua sisi.
- Tuan Guru Bajang membantah isu Al-Qur'an Syiah berbeda setelah melihat langsung di beberapa negara Timur Tengah.
Menurutnya, jika Syiah dianggap bukan bagian dari Islam, maka otoritas Arab Saudi tidak akan mengizinkan mereka menginjakkan kaki di tanah suci untuk berhaji.
"Setiap tahun hampir 100.000 jemaah haji kaum Syiah dari Iran datang ke Tanah Suci. Tawaf dengan tawaf yang sama, bermanasik dengan manasik yang sama, salat dengan kiblat yang sama, membaca Al-Qur'an yang sama, berzikir, bertasbih, dan berselawat dengan selawat yang sama," imbuhnya.
Pernyataan ini muncul di tengah tingginya tensi geopolitik Timur Tengah. Sebagian besar warga Iran merupakan penganut Syiah, dan isu perbedaan mazhab sering kali dipolitisasi oleh pihak-pihak tertentu untuk melemahkan posisi umat Islam di mata global saat terjadi konflik bersenjata.
Tuan Guru Bajang berharap umat Islam di Indonesia tidak terdistraksi oleh propaganda yang justru merugikan persatuan dunia Islam.