Suara.com - Beredar video menunjukkan ibu-ibu salat di kereta namun bukan yang minim gerakan.
Ibu-ibu itu salat seperti biasanya dengan menggelar sajadah dan melakukan gerakan salat komplet.
Momen itu terjadi saat kereta listrik terjebak lebih dari satu jam sehingga penumpang terpaksa di dalam kereta lebih lama.
Ibu-ibu yang di dalamnya tak ingin meninggalkan kewajiban salat subuh sehingga terpaksa salat di dalam kereta.
"Saat LRT terjebak lebih dari satu jam hari ini, Kamis, 1 Ramadan 1447H," bunya keterangan yang dituliskan dalam video dengan berbahasa Inggris.
Bukan salat yang dipermasalahkan netizen, namun salat dengan menggelar sajadah di lorong jalan menjadi sorotan tajam bahkan perdebatan.
Tak sedikit yang mengkritik karena salat seperti itu di lorong jalan kereta dinilai bisa mengganggu penumpang lain.
Meski kemudian ada yang menjelaskan kondisi di dalam kereta tersebut yang dianggap tak mengganggu.
Baca Juga: Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka! Nabilah O'Brien Dituntut Rp1 M Karena Bela Restoran Sendiri
"Cara wanita ini salat adalah betul. Disebabkan trem (kereta) tidak bergerak, tidak sesak dengan penumpang, dan ada ruang yang cukup untuk berdiri serta sujud dengan selamat, berbeda dengan dalam kapal terbang," komentar netizen yang dikutip oleh akun saysseismik.ig.
Beberapa netizen juga membela wanita yang salat tersebut.
"Tidak ada masalah besar. Mereka salat, yang mempersoalkan ini sudah salat belum?" celetuk netizen itu.
Bahkan ada yang menyebut tak masalah salat di mana pun.
Saat mendengar adzan diusahakan untuk segera salat di mana pun mereka berada.
Meski harus menggelar tikar di pinggir jalan, depan toko atau lainnya.