Namun para orangtua diceritakan tidak masalah bayinya disebut 'jelek' asal sehat.
"Jadi salah terima kan. Itu harus jadi pembelajaran buat kita (nakes). Kalimat-kalimat kita harus ditata," tegas Dokter Purnawan.
Lebih lanjut, Dokter Purnawan menyoroti konten nakes terkesan bahagia karena merasa bebannya lepas setelah menyerahkan 'bayi jelek'.
Dokter Purnawan menyayangkan lantaran orang awam akan menganggap para nakes tidak punya empati.
"Semoga nakes-nakes semua bisa selalu bekerja dengan baik, dan tetap menempatkan empati yang baik kepada pasien-pasiennya," tutup Dokter Purnawan.
Warganet pun ikut mengecam para nakes yang membuat konten nirempati semacam itu.
"Tolong lah nakes punya empati sedikit! Punya etika dikit gak usah bikin konten-konten sampah begini," komentar akun @theluckybelly
"Dikira lucu kali," sahut akun @boyradit***.
"Dipecat baru nangis-nangis, mana pake baju kerja gak ada empatinya," kata akun @veele***.
Baca Juga: "Tuhan Yesus Sayang Kamu, Takjil Gratis Picu Perdebatan Soal Toleransi
"Yang lari-lari bak india kayak bukan perempuan. Padahal dia juga akan melahirkan anak. Who knows apa yang dia kontenin terjadi pada bayinya sendiri," sentil akun @ayujnaturawo***.
Kontributor : Neressa Prahastiwi