Perbandingan yang jomplang ini menunjukkan betapa efektifnya taktik ini dalam menguras sumber daya ekonomi lawan dalam jangka panjang.
Selain efisiensi biaya, strategi ini bertujuan utama untuk menjaga kelangsungan armada tempur udara Iran yang sesungguhnya.
Selagi lawan sibuk membombardir gambar di atas aspal, armada jet tempur asli telah ditempatkan di lokasi yang jauh lebih aman.
Militer Iran diduga telah memindahkan armada jet tempur aslinya ke pangkalan bawah tanah yang aman jauh sebelum konflik memanas.
"Armada jet tempur asli Iran dikabarkan telah disembunyikan di fasilitas bawah tanah untuk menghindari kehancuran total," tulis akun Instagram @semangatsedekah sambil mengunggah video serangan AS-Israel pada Iran, di postingan 6 Maret 2026.
Secara psikologis, keberhasilan taktik ini memberikan pukulan telak bagi kredibilitas intelijen lawan.
Menghantam target palsu karena objek yang terlihat dari citra satelit dan menjadi sasaran bom disebut merupakan gambar jet yang dicat sedemikian rupa agar terlihat nyata dari ketinggian adalah sebuah kegagalan fatal.
Jika benar terjadi, taktik ini dianggap sebagai upaya untuk mempermalukan efektivitas intelijen dan presisi serangan udara lawan.
Pada akhirnya, fenomena ini membuktikan sebuah premis lama dalam dunia pertahanan bahwa kadang dalam perang, kecerdikan jauh lebih mahal dampaknya daripada senjata.
Baca Juga: Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
Kontributor : Tinwarotul Fatonah