Strategi Tempur Iran Dinilai di Atas Rata-Rata, Bisa Kelabuhi Israel dengan Cara Cerdik Ini

Ferry Noviandi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 13:55 WIB
Strategi Tempur Iran Dinilai di Atas Rata-Rata, Bisa Kelabuhi Israel dengan Cara Cerdik Ini
Strategi tempur Iran, bisa kelabuhi AS-Israel dengan cara cerdik ini. (Instagram, Threads)

Suara.com - Di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, dunia militer dikejutkan oleh laporan mengenai kreativitas pertahanan yang tidak biasa.

Bukan melalui teknologi radar siluman terbaru, melainkan melalui teknik tipu daya visual yang sangat efisien.

Salah satu akun Threads @arelubisss mengungkapkan bagaimana Iran mampu membuat negara dengan teknologi militer mutakhir seperti Israel dan Amerika Serikat membuang-buang amunisi mahal mereka untuk target yang tidak nyata.

Strategi ini mulai menjadi perbincangan hangat setelah munculnya bukti-bukti di lapangan yang menunjukkan bahwa banyak serangan udara lawan yang justru menghantam objek tidak bernyawa.

"Beredar laporan yang menyebutkan bahwa Iran telah menggunakan taktik penyesatan (deception) tingkat tinggi untuk mengelabui kekuatan militer Israel dan Amerika Serikat," kata akun tersebut.

Berdasarkan informasi yang viral di media sosial, objek yang disasar oleh rudal-rudal tersebut ternyata hanyalah tipuan visual di atas landasan pacu.

Inti dari kecerdikan ini terletak pada penggunaan seni dalam peperangan.

Militer Iran dilaporkan menggunakan teknik lukisan anamorfik untuk menciptakan ilusi optik.

baca juga

Dari ketinggian ribuan kaki, di mana satelit dan sensor jet tempur bekerja, gambar-gambar di tanah tersebut terlihat seperti alutsista sungguhan yang sedang terparkir.

"Iran bahkan cukup 'menipu' musuh hanya dengan lukisan di tanah," ujar akun tersebut.

Ketimpangan biaya antara penyerang dan bertahan dalam strategi ini sangat mencolok dan dinilai sangat merugikan pihak lawan.

Di satu sisi, Iran hanya memerlukan modal minimal untuk menciptakan target palsu.

Namun di sisi lain, lawan harus mengeluarkan biaya operasional dan amunisi yang sangat besar untuk menghancurkannya.

"Biaya lukisan: sekitar US$10, sementara di sisi lawan, 'Biaya rudal yang ditembakkan: sekitar US$5.000.000'," beber akun itu lebih lanjut.

Perbandingan yang jomplang ini menunjukkan betapa efektifnya taktik ini dalam menguras sumber daya ekonomi lawan dalam jangka panjang.

Selain efisiensi biaya, strategi ini bertujuan utama untuk menjaga kelangsungan armada tempur udara Iran yang sesungguhnya.

Selagi lawan sibuk membombardir gambar di atas aspal, armada jet tempur asli telah ditempatkan di lokasi yang jauh lebih aman.

Militer Iran diduga telah memindahkan armada jet tempur aslinya ke pangkalan bawah tanah yang aman jauh sebelum konflik memanas.

"Armada jet tempur asli Iran dikabarkan telah disembunyikan di fasilitas bawah tanah untuk menghindari kehancuran total," tulis akun Instagram @semangatsedekah sambil mengunggah video serangan AS-Israel pada Iran, di postingan 6 Maret 2026.

Secara psikologis, keberhasilan taktik ini memberikan pukulan telak bagi kredibilitas intelijen lawan.

Menghantam target palsu karena objek yang terlihat dari citra satelit dan menjadi sasaran bom disebut merupakan gambar jet yang dicat sedemikian rupa agar terlihat nyata dari ketinggian adalah sebuah kegagalan fatal.

Jika benar terjadi, taktik ini dianggap sebagai upaya untuk mempermalukan efektivitas intelijen dan presisi serangan udara lawan.

Pada akhirnya, fenomena ini membuktikan sebuah premis lama dalam dunia pertahanan bahwa kadang dalam perang, kecerdikan jauh lebih mahal dampaknya daripada senjata.

Kontributor : Tinwarotul Fatonah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah

Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:48 WIB

Kecam Serangan ke Iran dan BoP, Massa Gelar Aksi di Depan DPR RI

Kecam Serangan ke Iran dan BoP, Massa Gelar Aksi di Depan DPR RI

Foto | Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:35 WIB

WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat

WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:32 WIB

Firdaus Oiwobo Ultimatum Iran dan Israel Hentikan Perang: Kalau Tidak Saya Kirim Senjata Ini!

Firdaus Oiwobo Ultimatum Iran dan Israel Hentikan Perang: Kalau Tidak Saya Kirim Senjata Ini!

Entertainment | Jum'at, 06 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara

Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 20:39 WIB

Pendukung Reza Pahlevi Rayakan Kematian Ali Khamenei dengan Turun ke Jalan dan Minum Alkohol

Pendukung Reza Pahlevi Rayakan Kematian Ali Khamenei dengan Turun ke Jalan dan Minum Alkohol

Entertainment | Jum'at, 06 Maret 2026 | 20:40 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×