- Tabligh Akbar "Penyejuk Hati" sukses diselenggarakan di Masjid Agung Baitul Faidzin, Bogor, Jawa Barat, disiarkan RCTI pukul 22.00 WIB.
- Acara tersebut menampilkan penceramah ternama seperti Aa Hilman Fauzi yang memberikan motivasi menyentuh kepada jemaah.
- Aa Hilman Fauzi menasihati seorang jemaah tentang pentingnya ketegaran serta bahwa Allah mengetahui setiap kebaikan yang dilakukan.
Suara.com - Program spesial Tabligh Akbar bertajuk “Penyejuk Hati” sukses digelar di Masjid Agung Baitul Faidzin, Bogor, Jawa Barat.
Acara yang sarat dengan pesan keagamaan ini berlangsung dengan khidmat dan menghadirkan suasana penuh haru bagi para jemaah yang hadir secara langsung di masjid maupun yang menyaksikannya dari rumah.
Kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung oleh RCTI sekitar pukul 22.00 WIB sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas di berbagai daerah.
Tabligh akbar ini menghadirkan sejumlah penceramah ternama yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Di antaranya adalah Aa Hilman Fauzi, Babeh Munawir Ngacir, Alhabib Abdallah bin Ja’far Assegaf, serta Alhabib Ghasim bin Ja’far Assegaf.
Kehadiran para ustaz tersebut membuat acara semakin istimewa karena masing-masing menyampaikan tausiah yang menyejukkan hati sekaligus memberi motivasi kepada para jemaah.
Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika Aa Hilman Fauzi menyampaikan tausiah sekaligus menjawab pertanyaan dari seorang jemaah perempuan.
Dalam sesi tanya jawab tersebut, perempuan itu mengaku sering menutupi rasa sedih dan kelelahan yang ia rasakan dengan senyuman serta wajah ceria di hadapan orang lain.
Ia pun bertanya bagaimana cara menghadapi perasaan tersebut agar tetap kuat menjalani kehidupan.
Menanggapi hal itu, Aa Hilman Fauzi menyampaikan pesan yang langsung menyentuh hati para jemaah. Ia mengatakan bahwa tidak semua orang yang terlihat sering tertawa benar-benar dalam keadaan bahagia.
Baca Juga: Sujiwo Tejo Sebut Perang Sekarang Hanya Pesta Kembang Api: Pengecut!
Bisa jadi, kata dia, tawa tersebut hanyalah cara seseorang menutupi luka yang ada di dalam hatinya.
“Jangan pernah menganggap orang yang sering tertawa tidak punya luka. Boleh jadi, cara dia menutupi lukanya dengan senyum dan tawa bahagia di wajahnya. Betul?” ujar Hilman di hadapan para jemaah.
Ia kemudian mengutip nasihat dari Imam Ali bin Abi Thalib yang mengingatkan agar seseorang tidak terlalu sering menceritakan masalah hidupnya kepada orang lain.
Menurutnya, orang yang benar-benar menyukai kita tidak membutuhkan cerita tersebut, sementara orang yang tidak menyukai kita belum tentu akan mempercayainya.
“Maka Imam Ali bin Abi Thalib pernah memberi nasihat, jangan terlalu sering menceritakan tentang dirimu kepada orang lain. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak akan percaya tentang itu,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aa Hilman juga memberikan semangat kepada perempuan yang diketahui berstatus janda dengan lima orang anak tersebut.