- Muhammad Rafdi Maradjabessy, anak Wakil Wali Kota Tidore, bekerja sebagai kuli bangunan demi hidup mandiri sejak 2019.
- Rafdi menolak memanfaatkan jabatan ayahnya untuk keuntungan pribadi sesuai didikan keras yang ia terima sejak SMA.
- Sikap kemandirian Rafdi di Maluku Utara tersebut menuai pujian luas dari warganet karena dianggap inspiratif bagi masyarakat.
Suara.com - Di tengah maraknya sorotan terhadap gaya hidup mewah dan fasilitas kemudahan yang dinikmati oleh keluarga para pejabat di Indonesia, sebuah kisah inspiratif datang dari Indonesia Timur.
Muhammad Rafdi Maradjabessy, anak dari Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Muhammad Sinen, memilih jalan hidup yang berbeda dengan bekerja kasar sebagai kuli bangunan demi menghidupi dirinya secara mandiri.
Kisah hidup Rafdi kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @rumpi_gosip pada Minggu, 7 Juni 2026.
Anak ketiga dari lima bersaudara ini sebenarnya sudah pernah viral pada tahun 2019 lalu.
Saat itu, beredar foto dirinya yang tampak lusuh dengan pakaian abu-abu, celana sobek, serta kaki dipenuhi cipratan semen saat sedang menggunakan sekop untuk mengerok pasir di sebuah proyek pembangunan.
Meski ayahnya merupakan seorang pejabat daerah yang memiliki pengaruh besar, Rafdi dengan tegas menolak untuk memanfaatkan fasilitas atau jabatan tersebut untuk keuntungan pribadinya.
Sikap mandiri ini ternyata lahir dari didikan keras sang ayah sejak dia masih duduk di bangku SMA.
"Ayahku selalu bilang yang Walkot (Wakil Wali Kota) itu ayah dan itu sementara, jadi kalian harus jadi anak mandiri," kata Rafdi mengenai pesan mendalam yang selalu ditanamkan oleh ayahnya.
Sikap rendah hati dan kerja keras Rafdi ini mendapatkan dukungan penuh dari sang ayah.
Muhammad Sinen menegaskan bahwa statusnya sebagai pejabat negara tidak serta-merta membuat anak-anaknya bisa hidup bermanja-manja tanpa adanya usaha keras dari diri mereka sendiri untuk bertahan hidup.
Respons Kagum Warganet
Prinsip hidup Rafdi yang sangat kontras dengan fenomena nepotisme di kalangan keluarga pejabat ini langsung dibanjiri pujian setinggi langit dari warganet.
"Lebih mulia dibanding memanfaatkan jabatan bapaknya," tulis akun @res*** di kolom komentar.
Beberapa warganet juga membandingkan sikap mandiri Rafdi dengan tren politik dinasti yang sedang marak di tingkat nasional.
"Kalau ini benar, ayah dan anak sama-sama hebat," puji akun @and***.
"Hormat setinggi-tingginya bang," timpal akun @pok*** menyatakan kekagumannya terhadap keteguhan prinsip hidup Rafdi.