Ibu Ngamuk Bawa Massa Geruduk RS yang Diduga Malpraktik pada Bayinya, Tuntut Ganti Rugi Rp500 Juta

Sumarni Suara.Com
Senin, 09 Maret 2026 | 13:19 WIB
Ibu Ngamuk Bawa Massa Geruduk RS yang Diduga Malpraktik pada Bayinya, Tuntut Ganti Rugi Rp500 Juta
Ibu Ini Ngamuk Bawa Massa Geruduk RS yang Diduga Lakukan Malpraktik Bayinya. (Instagram)

Suara.com - Ketegangan pecah di depan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount, Jalan AP Pettarani, Makassar, pada Kamis 6 Maret 2026 sekitar pukul 13.30 WITA.

Videonya kemudian viral diunggah oleh akun Instagram makassar_iinfo.

Puluhan massa yang terdiri dari pihak keluarga korban bersama Aliansi Gerakan Mahasiswa Sosial Peduli Kesehatan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran.

Aksi ini dipicu oleh dugaan kelalaian medis fatal yang menimpa seorang bayi berusia 9 bulan berinisial ASA, hingga menyebabkan tangan mungilnya mengalami pembengkakan parah dan berlubang.

Kericuhan sempat terjadi saat massa mencoba masuk ke dalam rumah sakit, hingga terlibat aksi dorong-dorongan dengan petugas keamanan.

Ibu korban, yang dikenal melalui akun media sosial @nur_njaglow, menuntut pertanggungjawaban penuh atas kondisi anaknya yang memburuk setelah menjalani prosedur pemasangan infus.

Kasat Intelkam Polrestabes Makassar, Kompol Asdar, mengonfirmasi bahwa keluarga menuntut agar Direktur RS dicopot karena dinilai gagal memberikan standar pelayanan yang aman.

Kasus yang menghebohkan publik Makassar ini bermula saat ASA dilarikan ke UGD pada 19 Januari 2026 dengan keluhan demam tinggi dan muntah.

Namun, selama perawatan, prosedur infus yang dilakukan berkali-kali diduga menjadi penyebab utama luka berat pada tangan pasien.

Baca Juga: Pria Pergoki Calon Istri Check In dengan Suami Orang Seminggu Jelang Akad Nikah, Videonya Viral

Pihak keluarga yang geram akhirnya melayangkan somasi resmi dengan tuntutan yang fantastis.

Dalam dokumen somasi tersebut, keluarga secara tegas menyatakan:

"Meminta klarifikasi tentang kesalahan yang terjadi. Memberikan ganti rugi yang dialami baik material maupun non material dengan senilai Rp 500 Juta. Memperbaiki sistem dan prosedur agar kesalahan tidak berulang. Saya minta jawaban atas somasi ini dalam waktu 3 kali 24 jam sejak tanggal pengiriman."

Menanggapi tekanan massa dan tuntutan hukum tersebut, Direktur RSIA Paramount Makassar, Muhammad Nadjib, akhirnya buka suara.

Meskipun pihak RS menyetujui poin mengenai perbaikan sistem, mereka merasa keberatan dengan tuntutan uang senilai Rp500 juta.

Nadjib memberikan tanggapan terkait permintaan data medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI