"Pantesan jalannya berlubang semua, pejabatnya lagi sibuk bukber, nggak punya waktu untuk memperbaiki," tulis seorang warganet.
Komentar lain juga menyinggung kemewahan acara yang dianggap tidak sebanding dengan kondisi fasilitas publik.
"Bukber elit, perbaikan jalan sulit," tulis warganet lain yang turut mengkritik kegiatan tersebut.
Ada pula warganet yang mempertanyakan sumber anggaran kegiatan yang dianggap terlalu mewah.
"Wah duit dari mana tuh kok sebanding dengan acara awards?" ujar seorang pengguna media sosial.
Sebagian warga juga menyatakan rasa malu melihat pejabat daerah tampil dengan konsep Bollywood di tengah kritik publik.
"Udahan lah main India-indiaan. Kami malu banget lihatnya," tulis komentar warganet yang turut viral.
Hingga kini publik masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak Sekretariat Daerah maupun Humas Pemkab Sidoarjo.
Belum adanya penjelasan resmi membuat polemik di media sosial semakin meluas dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng! Inilah Hypercar Swedia Hampir Rp100 Miliar yang Terparkir di Sidoarjo
Banyak warga berharap pemerintah daerah segera memberikan penjelasan sekaligus menunjukkan langkah nyata memperbaiki jalan rusak.
Masyarakat menilai perbaikan infrastruktur jauh lebih penting dibandingkan kegiatan seremonial yang dianggap tidak mendesak.
Desakan publik kini mengarah pada transparansi penggunaan anggaran serta percepatan perbaikan jalan di berbagai wilayah Sidoarjo.
Kontributor : Chusnul Chotimah