- Kill Bill adalah mahakarya laga Quentin Tarantino tentang misi balas dendam "The Bride" yang terbagi dalam dua volume dengan nuansa visual yang berbeda.
- Film ini menjadi simbol budaya pop berkat penghormatan mendalam terhadap Bruce Lee, sinema samurai klasik, hingga sentuhan anime Jepang.
- Keunikan film ini terletak pada penggunaan efek praktis yang masif, termasuk ratusan galon darah palsu demi menjaga estetika pertarungan yang artistik.
Suara.com - Nama Quentin Tarantino begitu wangi di kalangan pencita sinema bergenre laga. Salah satu karya monumentalnya adalah Kil Bill (Vol 1 dan 2).
Kedua film tersebut kini tersedia di Netflix dan kembali menjadi perbincangan hangat.
Film yang dibintangi Uma Thurman ini bukan sekadar film laga biasa. Ia adalah surat cinta Tarantino terhadap budaya pop, samurai, dan sinema bela diri klasik.
Jika kamu belum sempat menonton atau berencana melakukan rewatch di akhir pekan ini, mari bedah kembali sinopsis serta fakta menarik yang membuat dwilogi ini tetap relevan bagi penonton modern.
Secara garis besar, Kill Bill menceritakan kisah Beatrix Kiddo (diperankan secara apik oleh Uma Thurman), yang dijuluki "The Bride". Ia adalah mantan anggota kelompok pembunuh bayaran elite, Deadly Viper Assassination Squad.
Kill Bill: Volume 1 (2003)
Kisah dimulai dengan tragedi memilukan. Di hari pernikahannya, The Bride dikhianati oleh mantan kekasih sekaligus bosnya, Bill (David Carradine). Seluruh tamu undangan dibantai, dan The Bride ditinggalkan dalam keadaan koma selama empat tahun.
Setelah terbangun dari koma, ia memiliki satu misi tunggal, yakni balas dendam. Volume pertama ini fokus pada upayanya memburu dua anggota pertama dalam "daftar kematian"-nya, O-Ren Ishii (Lucy Liu) dan Vernita Green (Vivica A. Fox).
Penonton akan disuguhi adegan pertarungan legendaris di Tokyo, lengkap dengan katana buatan Hattori Hanzo dan hujan darah yang artistik.
Kill Bill: Volume 2 (2004)
Berbeda dengan volume pertama yang penuh aksi non-stop, Volume 2 lebih mengedepankan dialog tajam khas Tarantino dan pendalaman karakter.
Di sini, asal-usul pengkhianatan Bill terungkap, termasuk fakta mengejutkan tentang kehamilan The Bride.
Perjalanan berlanjut dengan memburu Budd (Michael Madsen) dan Elle Driver (Daryl Hannah), sebelum akhirnya menghadapi Bill dalam sebuah konfrontasi emosional yang tak terduga.
5 Fakta Menarik Film Kill Bill
1. Seharusnya Menjadi Satu Film Utuh
Banyak yang tidak tahu bahwa Tarantino awalnya merencanakan Kill Bill sebagai satu film tunggal dengan durasi lebih dari empat jam. Namun, agar tidak memotong banyak adegan penting, produser memutuskan untuk memecahnya menjadi dua volume yang dirilis berselang satu tahun.
2. Penghormatan untuk Bruce Lee
Kostum jumpsuit kuning ikonik yang dikenakan Uma Thurman dalam pertarungan melawan "Crazy 88" bukan tanpa alasan.
Kostum tersebut adalah tribute langsung kepada legenda bela diri Bruce Lee dalam film terakhirnya, Game of Death. Hingga kini, kostum ini menjadi salah satu simbol budaya pop paling dikenal di dunia.
3. Sentuhan Anime yang Memukau
Salah satu bagian paling berkesan di Volume 1 adalah latar belakang masa lalu O-Ren Ishii yang ditampilkan dalam format animasi.
Bagian ini digarap oleh Production I.G, studio anime ternama asal Jepang yang juga memproduksi Ghost in the Shell. Langkah ini diambil Tarantino untuk memberikan kesan dramatis yang sulit dicapai dengan live-action.
4. Penggunaan Darah Palsu yang Masif
Tarantino dikenal sebagai sutradara yang menghindari CGI sebisa mungkin. Dalam adegan pertarungan di House of Blue Leaves, tim produksi dilaporkan menghabiskan lebih dari 450 galon darah palsu. Efek ini memberikan kesan over-the-top yang terinspirasi dari film-film chanbara (samurai) klasik.
5. Versi "The Whole Bloody Affair"
Pada 2011, Tarantino sempat merilis versi gabungan yang diberi judul Kill Bill: The Whole Bloody Affair secara terbatas.
Versi ini menggabungkan kedua film tanpa jeda dan menyertakan adegan anime yang lebih panjang serta sekuens pertarungan yang lebih berdarah tanpa sensor hitam-putih.