- Habiburokhman dan Adian Napitupulu melakukan reka ulang debat ikonik "Ada vs Gak Ada" di sela rapat DPR, menunjukkan hubungan yang tetap harmonis.
- Meski sering berseberangan secara politik, keduanya tetap solid sebagai sesama aktivis 98 yang menjunjung tinggi kedewasaan berpolitik.
- Pertemuan ini menjadi simbol bahwa perbedaan argumen di masa pemilu tidak seharusnya merusak ikatan pertemanan di masa depan.
Suara.com - Dua politisi yang dikenal sering bersitegang, Habiburokhman dan Adian Napitupulu, memamerkan kemesraan dan nostalgia yang mengundang gelak tawa.
Bagi netizen yang mengikuti hiruk-pikuk Pilpres 2024, nama keduanya tentu tidak asing. Mereka adalah aktor utama di balik salah satu potongan video debat paling viral di media sosial.
Kini, dua tahun setelah masa-masa kampanye yang melelahkan itu berlalu, keduanya kembali bertemu dalam suasana yang jauh dari kata formal.
Reuni Debat 'Ada vs Nggak Ada' yang Melegenda
Momen unik ini bermula saat keduanya bertemu di sela-sela Rapat Paripurna DPR RI.
Alih-alih membicarakan agenda rapat yang kaku, Habiburokhman dan Adian justru memilih mereka ulang debat sengit mereka yang dulu sempat menjadi trending topic dan bahan meme di berbagai platform media sosial.
Video tersebut diunggah Habiburokhman di Instagram.
"Jadi ada nggak nih?" tanya Habiburokhman dengan nada bercanda, memancing Adian.
Adian Napitupulu, yang mengenakan gaya khasnya, menjawab dengan santai sambil tertawa.
"Sudah, sudah kelar dong utang-piutang," ujarnya merujuk pada rivalitas politik masa lalu.
Tak mau berhenti di situ, Habiburokhman kembali menimpali dengan kalimat ikonik mereka. "Ada nggak ada dulu," katanya.
Sontak, keduanya kembali mengulang dialog cepat "Ada" dan "Nggak Ada" yang dulu sempat membuat pembawa acara televisi kewalahan menengahi mereka.
Momen kocak ini pun disaksikan langsung oleh sejumlah kolega sesama anggota dewan, termasuk Ahmad Sahroni yang tampak terpingkal menyaksikan kelakuan dua sahabat lama tersebut.
Dari Viral di TV Hingga Menjadi Meme Nasional
Menarik untuk menengok ke belakang, tepatnya pada masa Pilpres 2024. Saat itu, Habiburokhman yang mewakili kubu Prabowo-Gibran dan Adian Napitupulu yang vokal menyuarakan kubu Ganjar-Mahfud, terlibat dalam sebuah diskusi panas di salah satu stasiun televisi nasional.
Perdebatan yang awalnya subtansial mendadak berubah menjadi adu argumen repetitif mengenai keberadaan sebuah data atau fakta dengan kata "Ada" dan "Nggak Ada" yang diucapkan berulang-ulang dalam tempo cepat.
Potongan klip tersebut langsung disambar oleh netizen. Dalam hitungan jam, video mereka di-remix dengan musik disko, dijadikan bahan konten TikTok, hingga stiker WhatsApp.
Beda Pendapat Tetap Sahabat
Di balik perseteruan di depan layar, Habiburokhman dan Adian Napitupulu sebenarnya memiliki akar yang sama. Keduanya merupakan bagian dari generasi aktivis 1998 yang turun ke jalan demi memperjuangkan reformasi.
Latar belakang inilah yang disinyalir membuat hubungan personal mereka tetap solid meski berada di garis politik yang berseberangan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Habiburokhman menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik tidak seharusnya merusak tatanan pertemanan. "Beda pendapat tetap sahabat," tulis politisi Gerindra tersebut dalam kolom caption.
Kepada awak media yang mengerumuninya setelah rapat, Habiburokhman menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan adalah cerminan dari kedewasaan berpolitik.
"Kami saling menghormati perjuangan masing-masing. Inilah demokrasi ala aktivis," ungkapnya dengan senyum lebar.