Usai PLN 'Dirujak', Masalah Meteran Pasangan Lansia Dicabut Berakhir Bahagia

Yazir F

Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:26 WIB
Usai PLN 'Dirujak', Masalah Meteran Pasangan Lansia Dicabut Berakhir Bahagia
Ilustrasi pelanggan listrik prabayar tengah mengisi token listrik secara mandiri. (Dok: PLN)
baca 10 detik
  • Meteran listrik pasangan lansia di Nias dicabut petugas karena dianggap mencurigakan akibat pemakaian token yang terlalu hemat.
  • Pasangan tersebut hanya menggunakan tiga lampu dan satu rice cooker, sehingga saldo listrik mereka bertahan sangat lama.
  •  Lansia tersebut terpaksa menggunakan dana BLT untuk membayar denda Rp600.000 agar listrik rumah mereka dapat menyala kembali.

Suara.com - Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video yang memicu rasa iba sekaligus amarah warganet.

Sebuah narasi memilukan datang dari wilayah Kabupaten Nias, Sumatra Utara, di mana sepasang lansia harus merelakan meteran listrik rumah mereka dicabut oleh petugas.

Alasannya pun terbilang tidak biasa. Mereka dianggap terlalu hemat dalam mengisi token listrik.

Kejadian ini mendadak viral dan salah satunya diunggah ulang oleh akun Instagram @rumpi_gosip. Video tersebut memperlihatkan kondisi rumah pasangan kakek dan nenek yang tampak sederhana, namun harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan akses energi karena pola konsumsi yang minim.

Pasangan lansia yang diketahui tinggal di Desa Orahua, Kabupaten Nias, ini hidup dengan gaya hidup yang sangat bersahaja. Berdasarkan informasi yang beredar, mereka hanya menggunakan perangkat elektronik dalam jumlah yang sangat terbatas.

Di dalam rumah tersebut, hanya terdapat tiga buah lampu kecil untuk penerangan di malam hari dan satu unit rice cooker untuk memasak nasi. Karena penggunaan yang sangat minim inilah, saldo token listrik yang mereka beli bertahan dalam waktu yang sangat lama.

Namun, penghematan luar biasa ini justru memicu kecurigaan dari petugas. Pemakaian listrik yang dianggap "tidak wajar" karena terlalu sedikit tersebut membuat petugas melakukan tindakan tegas dengan mencabut meteran listrik dari dinding rumah mereka.

Denda Rp600 Ribu dan Mirisnya Penggunaan Dana BLT

Tak berhenti pada pencabutan meteran, masalah yang dihadapi pasangan lansia ini semakin berat saat mereka diminta membayar sejumlah uang agar aliran listrik kembali normal.

baca juga

Narasi dalam video menyebutkan bahwa mereka diharuskan membayar sekitar Rp600.000 sebagai biaya administrasi atau denda.

Angka tersebut tentu bukan jumlah yang kecil bagi pasangan lansia di pedesaan. Mirisnya, demi bisa kembali mendapatkan penerangan, pasangan ini dikabarkan terpaksa menggunakan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang baru saja mereka terima dari pemerintah.

"Pasangan lansia di Desa Orahua Nias begitu malang. Hanya karena hemat, token listrik awet, malah dicurigai aneh oleh petugas," bunyi keterangan video.

Reaksi Netizen

Berita ini langsung memancing reaksi keras dari publik. Banyak warganet yang menyayangkan sikap petugas yang dinilai kurang melakukan edukasi atau pengecekan mendalam sebelum mengambil tindakan drastis.

Beberapa komentar menyoroti bahwa seharusnya penghematan energi diapresiasi, bukan justru dicurigai sebagai tindak kecurangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kembangkan Potensi Budaya dan UMKM, BRI Perkuat Ekosistem Ekonomi Nias Selatan

Kembangkan Potensi Budaya dan UMKM, BRI Perkuat Ekosistem Ekonomi Nias Selatan

Bri | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Wagub Surya: Majukan Pendidikan Nias Barat Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Wagub Surya: Majukan Pendidikan Nias Barat Butuh Kolaborasi Semua Pihak

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Jalan Strategis di Nias Utara Akhirnya Diaspal Era Gubernur Bobby

Puluhan Tahun Menanti, Jalan Strategis di Nias Utara Akhirnya Diaspal Era Gubernur Bobby

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Bobby Nasution Jadi Gubernur Sumut Pertama yang Berkantor di Kepulauan Nias

Bobby Nasution Jadi Gubernur Sumut Pertama yang Berkantor di Kepulauan Nias

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:38 WIB

Bobby Nasution Siapkan Gudang Logistik di Nias, Jaga Pasokan Saat Cuaca Buruk

Bobby Nasution Siapkan Gudang Logistik di Nias, Jaga Pasokan Saat Cuaca Buruk

News | Senin, 20 Juli 2026 | 10:49 WIB

Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia

Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:18 WIB

Rekonstruksi SMAN Unggulan Sukma Rampung Desember, Warga Nias Bangga Miliki Sekolah Bertaraf Unggul

Rekonstruksi SMAN Unggulan Sukma Rampung Desember, Warga Nias Bangga Miliki Sekolah Bertaraf Unggul

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:14 WIB

Viral Gadis Kelas 2 SMA dari Luar Kota Datangi Rumah Pacar, Ternyata Sudah Beristri dan Anak

Viral Gadis Kelas 2 SMA dari Luar Kota Datangi Rumah Pacar, Ternyata Sudah Beristri dan Anak

Entertainment | Selasa, 21 April 2026 | 20:20 WIB

Baju Basah Demi Sekolah, Curhat Pilu Siswa Nias Seberangi Sungai Deras di Depan Wapres Gibran

Baju Basah Demi Sekolah, Curhat Pilu Siswa Nias Seberangi Sungai Deras di Depan Wapres Gibran

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 22:10 WIB

Terkini

Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang

Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 19:30 WIB

Saksikan Persija vs Persib di GBK, Pramono: Sempat Deg-degan, Prediksi Skor Saya Tepat!

Saksikan Persija vs Persib di GBK, Pramono: Sempat Deg-degan, Prediksi Skor Saya Tepat!

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:16 WIB

Sindir Persija Usai Kalahkan Persib, Igor Tolic: Seperti Menang Final Liga Champions

Sindir Persija Usai Kalahkan Persib, Igor Tolic: Seperti Menang Final Liga Champions

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 19:11 WIB

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:06 WIB

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 19:01 WIB

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 19:00 WIB

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 18:58 WIB

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 18:55 WIB

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 18:52 WIB

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:39 WIB

×