- Meteran listrik pasangan lansia di Nias dicabut petugas karena dianggap mencurigakan akibat pemakaian token yang terlalu hemat.
- Pasangan tersebut hanya menggunakan tiga lampu dan satu rice cooker, sehingga saldo listrik mereka bertahan sangat lama.
- Lansia tersebut terpaksa menggunakan dana BLT untuk membayar denda Rp600.000 agar listrik rumah mereka dapat menyala kembali.
Tak sedikit pula netizen yang menandai akun resmi PT PLN (Persero) untuk meminta klarifikasi dan bantuan bagi pasangan lansia tersebut.
"Zaman sekarang mau hemat kok malah dipersulit. Harusnya dicek dulu, kalau memang tidak ada pencurian arus, ya jangan dicabut dong. Kasihan kakek nenek itu," tulis salah satu netizen.
Berakhir Bahagia
Setelah viral, jajaran Pemerintah Kabupaten Nias hingga petinggi PLN Gunungsitoli melakukan tindakan nyata.
Hal ini diungkap oleh Tantri, orang yang pertama kali memviralkan video tersebut.
"Sore ini masalahnya telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak PLN dan pemerintahan desa," ujar Tantri.
Kisah sedih ini pun berubah menjadi bahagia setelah berbagai pihak memberikan dukungan moral dan materiil.
"Kakek nenek ini juga dapat bantuan dari Dinas sosial kab Nias berupa sembako dan bantuan uang," kata Tantri mengenai kemurahan hati pemerintah setempat.
Baca Juga: Kakek Nenek di Nias Diancam Petugas PLN Gara-Gara Hemat Listrik, Begini Akhirnya