Beberapa pihak berpendapat bahwa standar kesopanan bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh konteks sosial setempat yang mungkin berbeda antara Indonesia dan Malaysia.
Hingga saat ini, perdebatan terus berlangsung di media sosial dengan berbagai pendapat yang muncul dari kedua belah pihak terkait cara berpakaian dan etika saat melakukan ziarah.
Isu ini kini berkembang menjadi diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana norma-norma lokal bersinggungan di ruang digital global.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah