Suara.com - Kebijakan Pemerintah Kota Samarinda menyewa kendaraan mewah menjadi sorotan publik setelah nilai kontraknya disebut mencapai miliaran rupiah.
Mobil yang disewa adalah Land Rover Defender yang disebut digunakan untuk kebutuhan tamu VIP sekaligus kendaraan operasional tertentu di lingkungan pemerintah kota.
Berdasarkan informasi yang beredar, kendaraan tersebut disewa dengan nilai sekitar Rp160 juta setiap bulan sejak awal kontrak pada 2023.
Jika dihitung hingga masa kontrak berakhir pada 2026, total biaya sewa kendaraan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp7,36 miliar.
Besaran angka ini kemudian memicu perhatian publik karena harga pembelian mobil Land Rover Defender di pasaran berkisar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar.
Artinya, total biaya sewa yang dibayarkan pemerintah daerah disebut jauh lebih besar dibandingkan membeli kendaraan tersebut secara langsung.
Kabag Umum Sekretariat Kota Samarinda, Dilan, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut memang disiapkan untuk melayani berbagai tamu penting yang datang ke daerah tersebut.
Dia mengatakan kontrak sewa kendaraan sudah berjalan sejak 2023 dan direncanakan akan berakhir pada 2026 sesuai kesepakatan awal.
Baca Juga: Pemkot Samarinda Habiskan Dana Rp7,3 M Buat Sewa Mobil Dinas Mewah, Sebulan Bayar Rp160 Juta
"Kontraknya dimulai 2023 dan berakhir 2026, sewanya sekitar Rp160 juta per bulan," kata Dilan saat memberikan penjelasan kepada awak media.
Dilan juga menyebut mobil tersebut lebih sering digunakan untuk kegiatan lapangan ketika ada agenda luar ruangan bersama tamu pemerintah daerah.
"Kalau kegiatan lapangan biasanya pakai Defender, sedangkan aktivitas dalam kota beliau menggunakan Toyota Camry," ujarnya dalam keterangan yang sama.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun juga membenarkan bahwa kendaraan tersebut pada dasarnya diperuntukkan bagi tamu penting yang datang berkunjung.
Meski begitu, dia mengakui bahwa kendaraan tersebut sesekali digunakan olehnya ketika ada kegiatan tertentu yang membutuhkan kendaraan tersebut.
"Itu memang mobil tamu, tapi memang biasa saya pakai, sesekali saya pakai," kata Andi Harun menanggapi sorotan yang muncul.