Suara.com - Di tengah ramainya pemberitaan terkait dugaan kasus pelecehan sesama jenis yang menyeret namanya, pendakwah Syekh Ahmad Al Misry akhirnya buka suara.
Namun klarifikasi yang disampaikannya justru menyoroti bantahannya bahwa dirinya bukan guru dari Herri Pras.
Herri Pras sendiri dikenal sebagai kreator konten sekaligus pendiri perguruan silat Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI).
Ia juga kerap menjadi sorotan karena sering memberikan komentar bernada negatif terhadap sejumlah tokoh agama.
Dalam berbagai kesempatan, Herri Pras sering mengaku bahwa Syekh Ahmad Al Misry adalah gurunya.
Membantah hal tersebut, Syekh Ahmad Al Misry melalui akun Instagramnya menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan sebagai guru dan murid dengan Herri Pras.
“Assalamualaikum, saya Syekh Ahmad Al Misry menyampaikan bahwasannya saya bukan guru dari Mas Herri Pras,” kata Syekh Ahmad Al Misry pada Minggu (15/3/2026)
Ia menegaskan bahwa menghormati ulama merupakan prinsip yang selalu ia pegang dalam kehidupan.
“Dan saya sangat hormat kepada para ulama, ini manhaj saya untuk menghormati para ulama karena daging para ulama itu beracun,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan bahwa setiap pernyataan di luar hal tersebut bukanlah tanggung jawabnya.

Pernyataan tersebut secara tak langsung seolah menyindir tudingan dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya.
“Maka kalau ada hal-hal di luar ini yang saya sampaikan bukan tanggung jawab saya, semoga Allah berkahi kita semua,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Dan teman-teman ikhwah yang saya cintai karena Allah, jangan menyebarkan hoaks atau fitnah sebelum kita tabayyun terlebih dahulu,” ujarnya.
Syekh Ahmad Al Misry turut berharap agar hubungan persaudaraan di antara umat tetap terjaga dengan baik.
“Semoga Allah menjaga ukhuwah persaudaraan kita dan Allah pertemukan kita di dunia dalam taat dan akhirat di surganya Allah,” ucapnya.
Dalam keterangan unggahan tersebut, ia mengingatkan pentingnya menjaga ucapan terhadap para ulama.
“Hati-hati lisanmu pada ulama, daging ulama itu beracun,” tulisnya.
Sebagai informasi, nama Syekh Ahmad Al Misry sebelumnya ikut terseret dalam dugaan kasus pelecehan seksual sesama jenis setelah adanya laporan terhadap seorang pendakwah berinisial SAM.
Kasus tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Publik awalnya menduga bahwa inisial SAM merujuk pada Ustaz Solmed atau Ustaz Syam.
Namun kedua pendakwah tersebut telah memberikan klarifikasi dan membantah tudingan yang diarahkan kepada mereka.
Setelah klarifikasi tersebut muncul, sebagian publik kemudian mulai mengaitkan inisial SAM dengan Syekh Ahmad Al Misry.
Meski demikian, hingga kini Syekh Ahmad Al Misry belum memberikan pernyataan resminya terkait tudingan pelecehan tersebut.
Kontributor : Rizka Utami