- Sosok "Ibu Sinetron" kembali viral setelah melakukan aksi peluapan emosi di bus TransJakarta dengan gaya bicara baku yang khas.
- Ia melontarkan tuduhan tidak berdasar kepada penumpang lain, mulai dari isu jaringan narkoba internasional hingga tuduhan intelijen/reserse.
- Netizen mulai meragukan kesehatan mental sang ibu karena pola interaksinya yang obsesif terhadap sosok aparat dan narasi yang semakin tidak masuk akal.
Suara.com - Belum reda ingatan publik soal omelannya di eskalator yang viral, perempuan berbaju hijau yang dijuluki netizen sebagai "Ibu Sinetron" kembali membuat kegaduhan.
Kali ini, aksinya bergeser ke dalam kabin bus yang diduga TransJakarta, di mana dia meluapkan emosi kepada para penumpang dengan narasi yang semakin melantur.
Dalam video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @jakarta_siders pada Senin, 16 Maret 2026, perempuan tersebut tampak masih mengenakan setelan pakaian dan kerudung hijau yang sama dengan kejadian sebelumnya.
Dengan intonasi bicara yang sangat baku dan artikulasi tajam, dia menuding penumpang laki-laki di depannya terlibat dalam jaringan narkoba internasional.
"Apa kamu dibayar sama Freddy Pratama narkoba? Kok sampai ndak kau tangkap?" teriaknya sambil menunjuk-nunjuk salah satu penumpang.
Tidak berhenti di situ, dia juga melontarkan serangan verbal berbau rasisme dan tuduhan intelijen kepada orang-orang di sekitarnya.
"Reserse Cina ini, saya beritahu dia. Tangkap etnismu Cina yang melarikan diri ke luar negeri oleh kriminal. Tangkap dia!" lanjutnya dengan nada tinggi.
Perempuan paruh baya ini sebelumnya pertama kali viral saat terekam kamera beradu mulut di sebuah eskalator mal. Kala itu, dia menghardik seorang pemuda dengan kalimat ikonik, "Ndak pantas reserse muda seperti ini, ndak pantasst!"
Gaya bicaranya yang mirip pengisi suara film kolosal atau dialog antagonis sinetron tahun 2000-an langsung menjadikannya bahan pembicaraan luas.
Di dalam bus TransJakarta, argumennya semakin meluas hingga membawa-bawa isu pajak rakyat. Dia tampak geram saat ada penumpang yang berusaha membalas ucapannya.
"Kamu tinggal di daerah Indonesia. Kamu dapat gaji dari pajak rakyat Indonesia. Paham itu? Cina bagus banyak, tapi Cina yang dibayar oleh Freddy Pratama, reserse Cina, itu juga banyak," ujarnya berapi-api.
Aksi ini memancing beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mulai meragukan kondisi kesehatan mental sang ibu karena pola tuduhannya yang selalu mengarah pada sosok "reserse" atau aparat yang sedang menyamar.
"Kayak nya si ibu punya Masalah kejiwaan enggak sih? Kalau normal enggak mungkin gtu deh," komentar akun @rs.***
"Semua orang dia bilang Reserse," tulis akun @iir*** menyoroti kebiasaan unik sang ibu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola TransJakarta terkait gangguan kenyamanan tersebut.