- Sebuah penginapan di Banda Neira (Homestay Rahmat) hancur pada bagian kamar nomor 4 setelah ditabrak oleh Kapal Pelni KM Sabuk Nusantara 106.
- Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, tamu yang sedang tertidur berhasil selamat meski kamar mengalami kerusakan parah hingga dinding runtuh.
- Pihak Pelni telah berkomunikasi aktif dengan pengelola penginapan untuk proses ganti rugi atas kerusakan bangunan tersebut.
Suara.com - Seorang tamu penginapan di Banda Neira, Maluku, mengalami kejadian tak terduga saat kamar tempatnya beristirahat hancur akibat tersenggol sebuah kapal penumpang pada Selasa, 28 April 2026 pagi.
Insiden mengejutkan ini viral setelah korban merekam kondisi kamarnya yang luluh lantak dan diunggah ulang oleh akun Instagram @arenafakta pada Kamis, 30 April 2026.
Dalam video tersebut, tampak dinding kamar runtuh berantakan, memperlihatkan pemandangan laut secara langsung dari atas tempat tidurnya.
"Anjay... kamar gua ditabrak kapal, cuy! Kapal mana tuh, Bang? Kapal Sabuk Nusantara," ucap perekam video tersebut sambil memperlihatkan kapal pelni yang bersandar tak jauh dari reruntuhan kamarnya.
Korban mengaku sedang terlelap ketika kejadian berlangsung.
"Gua lagi tidur, dibanguninnya sama klakson," tambahnya, masih dalam keadaan tidak percaya sambil menunjukkan selimut dan bajunya yang tertimpa puing-puing bangunan.
Adapun di kolom komentar unggahan tersebut, pihak pengelola penginapan, Homestay Rahmat, membenarkan peristiwa ini. Mereka menjelaskan bahwa insiden terjadi pada pukul 09.43 WIT.
"Peristiwa tersebut berlangsung di Banda Neira pada tanggal 28 April 2026, di mana kapal Pelni KM Sabuk Nusantara 106 menabrak bangunan milik kami, yaitu Homestay Rahmat," tulis perwakilan penginapan melalui akun Instagram resmi mereka.
"Sebagaimana terlihat pada video yang beredar, salah satu kamar mengalami kerusakan parah akibat kejadian tersebut (kamar nomor 4 lantai 2)," tambahnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Seluruh tamu, termasuk korban, berhasil mengevakuasi diri dengan selamat.

Pihak berwenang, termasuk TNI, Kepolisian, dan perwakilan Kementerian Perhubungan, telah turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan.
"Sejak hari pertama kejadian hingga saat ini, pihak Pelni secara aktif melakukan kunjungan ke Homestay Rahmat guna memproses ganti rugi sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden yang terjadi," jelas Homestay Rahmat dalam keterangannya.
Netizen bersimpati atas nasib sial yang menimpa pria tersebut sembari bersyukur bahwa dia selamat dari maut.
Banyak juga yang berkelakar bahwa kejadian ini merupakan wujud nyata dari istilah "kamar seperti kapal pecah".