Hubungan antara Theodore dan sistem operasi bernama Samantha tidak berakhir dengan bencana teknologi.
Momen itu malah menjadi proses pendewasaan bagi Theodore untuk kembali memahami koneksi antarmanusia di dunia nyata.
Film ini menawarkan harapan bahwa teknologi dapat membantu manusia mengenali diri mereka kembali, bukan menghancurkannya.
4. Interstellar (2014)

Christopher Nolan menyuguhkan epik ruang angkasa yang megah namun tetap memiliki inti cerita yang sangat personal.
Di tengah ambang kepunahan bumi, misi pencarian planet baru ini didorong oleh tekad manusia untuk bertahan hidup dan kekuatan cinta yang melintasi dimensi waktu.
Interstellar menegaskan bahwa sesulit apa pun situasinya, manusia selalu memiliki kapasitas intelektual dan emosional untuk menemukan solusi keluar dari krisis.
5. Arrival (2016)

Karya Denis Villeneuve ini menggeser paradigma film invasi alien yang biasanya penuh peperangan menjadi sebuah studi tentang pentingnya komunikasi.
Melalui perjuangan ahli bahasa Louise Banks untuk memahami makhluk asing.
Penonton diajak melihat bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk konflik, melainkan peluang untuk belajar menjadi lebih bijak.
Arrival memberikan pesan kuat bahwa masa depan akan lebih baik jika kita memilih untuk memahami daripada menghakimi.
Di tengah banyaknya film horor hingga superhero, film sci-fi tadi bisa jadi alternatif tontonan buat kamu yang mencemaskan masa depan.
Kontributor : Safitri Yulikhah