Suara.com - Platform streaming Vidio kembali menghadirkan tayangan menarik lewat film Korea Selatan berjudul Sori: Voice from the Heart.
Film ini menawarkan cerita yang menyentuh dengan memadukan unsur teknologi, drama keluarga, dan petualangan emosional.
Disutradarai oleh Lee Ho-jae, Sori: Voice from the Heart dapat menjadi pilihan tepat bagi pecinta drama keluarga.
Film ini menyampaikan pesan kuat tentang harapan, kehilangan, dan bahwa komunikasi sejati tidak selalu berasal dari kata-kata, melainkan dari hati.
Penasaran dengan alurnya? Simak sinopsisnya berikut ini!
Sinopsis Film Sori: Voice from the Heart

Film Sori: Voice from the Heart bercerita tentang seorang ayah bernama Hae Gwan (Lee Sung Min) yang hidup dalam bayang-bayang kehilangan setelah putri semata wayangnya, Yoo Joo (Chae So Bin), menghilang tanpa jejak.
Dikisahkan, saat menginjak usia 20 tahun, Yoo Joo memutuskan meninggalkan rumah demi mengejar impiannya menjadi seorang penyanyi.
Keputusan itu menjadi awal dari hubungan yang merenggang antara ayah dan anak, hingga suatu hari kabar tragis datang menghampiri. Yoo Joo dikabarkan meninggal dunia akibat kecelakaan di stasiun subway.
Namun, Hae Gwan menolak mempercayai kabar tersebut. Baginya, tidak ada bukti yang cukup kuat untuk memastikan bahwa putrinya benar-benar telah tiada.
Didorong oleh rasa rindu dan harapan yang belum padam, ia memulai perjalanan panjang untuk mencari keberadaan Yoo Joo.
Dari satu kota ke kota lain, ia menyusuri berbagai tempat dengan tekad yang tak tergoyahkan, meski sering kali harus menghadapi kenyataan pahit dan jalan buntu.
Perjalanannya membawanya ke Daejeon, di mana sebuah kejadian tak terduga mengubah segalanya.
Hae Gwan menemukan sebuah robot misterius yang terjatuh di laut. Robot tersebut memiliki kemampuan luar biasa, ia dapat merekam dan memutar kembali suara manusia.
Yang mengejutkan, suara yang dihasilkan robot itu terdengar persis seperti Yoo Joo. Merasa menemukan secercah harapan, Hae Gwan pun membawa robot itu dan memberinya nama Sori.
Bersama Sori, Hae Gwan melanjutkan pencariannya. Hubungan di antara keduanya perlahan berkembang, dari sekadar alat bantu menjadi ikatan emosional yang unik.
Sori tidak hanya membantu melacak jejak suara, tetapi juga seolah menjadi penghubung antara Hae Gwan dengan kenangan tentang putrinya.
Dalam perjalanan ini, Hae Gwan mulai memahami arti komunikasi yang lebih dalam bahwa suara bukan sekadar bunyi, melainkan jejak perasaan dan keberadaan seseorang.
Namun, perjalanan mereka tidaklah mudah. Sori ternyata bukan robot biasa. Ia merupakan teknologi canggih yang telah lama menjadi incaran organisasi besar seperti NIS dan NASA.
Keberadaan Sori yang sangat berharga membuat Hae Gwan dan robot tersebut harus terus berpindah tempat, menghindari kejaran pihak-pihak yang ingin menguasainya.
Di tengah pelarian dan pencarian yang penuh ketegangan, Hae Gwan dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan harapannya atau menerima kenyataan.
Akankah ia benar-benar menemukan Yoo Joo? Atau justru perjalanan ini membawanya pada pemahaman baru tentang kehilangan dan keikhlasan?
Kisah ini pun berkembang menjadi perjalanan emosional yang menggabungkan teknologi, cinta keluarga, dan harapan yang tak pernah padam.
Kontributor : Anistya Yustika