- Sepasang kakek-nenek, George dan Margaret Blackledge, melakukan perjalanan berbahaya ke North Dakota untuk menyelamatkan cucu mereka dari tangan ayah tiri yang kasar.
- Mereka harus berhadapan dengan keluarga Weboy, klan kejam yang dipimpin oleh matriark dominan bernama Blanche, di wilayah yang tidak tersentuh hukum.
- Film ini menyajikan perpaduan ketegangan tinggi (thriller) dan kedalaman emosi kakek-nenek yang rela mempertaruhkan nyawa demi melindungi anggota keluarga terakhir mereka.
Suara.com - Film thriller produksi 2020 berjudul Let Him Go mencuri perhatian berkat alur ceritanya yang intens dan penuh ketegangan. Film ini lagi tayang di Netflix, lho.
Menampilkan duet maut aktor kawakan Kevin Costner dan Diane Lane, Let Him Go bukan sekadar drama keluarga biasa, melainkan sebuah perjalanan penuh bahaya yang siap membuat detak jantung penonton berpacu kencang sepanjang durasi.
Bagi kamu yang menyukai film dengan atmosfer mencekam namun memiliki kedalaman emosi yang kuat, Let Him Go adalah tontonan wajib di akhir pekan ini.
Kisah Let Him Go berlatar belakang di sebuah peternakan tenang di Montana pada 1961. Cerita diawali dengan kehidupan harmonis George Blackledge (Kevin Costner), seorang mantan sheriff yang tangguh namun irit bicara, bersama istrinya yang berkemauan keras, Margaret (Diane Lane).
Namun, ketenangan mereka hancur seketika saat putra tunggal mereka, James, tewas dalam sebuah kecelakaan kuda yang tragis.
Kepergian James meninggalkan luka mendalam bagi George dan Margaret, sekaligus menyisakan Lorna (menantu mereka) dan Jimmy (cucu mereka yang masih balita) dalam posisi yang rentan.
Tiga tahun berselang, Lorna memutuskan untuk melanjutkan hidup dan menikah kembali dengan seorang pria bernama Donnie Weboy. Keputusan ini ternyata menjadi awal dari mimpi buruk yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Konflik memuncak saat Margaret secara tidak sengaja menyaksikan perlakuan kasar Donnie terhadap Lorna dan Jimmy di jalanan kota. Tanpa alasan yang jelas, Donnie tiba-tiba memboyong Lorna dan Jimmy keluar dari kota secara sembunyi-sembunyi di tengah malam.
Sebagai seorang nenek yang didorong oleh insting pelindung dan rasa kehilangan yang belum usai, Margaret meyakinkan George untuk berangkat mencari cucu mereka. Baginya, Jimmy adalah satu-satunya warisan hidup dari mendiang putra mereka yang harus diselamatkan dari tangan pria kasar.
Perjalanan George dan Margaret membawa mereka melintasi perbatasan menuju wilayah terpencil di North Dakota. Di sana, mereka menyadari bahwa Donnie bukanlah sekadar pria pemarah biasa. Ia adalah bagian dari keluarga besar Weboy, sebuah klan yang ditakuti dan memiliki pengaruh gelap di wilayah tersebut.
Puncak ketegangan terjadi saat mereka bertemu dengan Blanche Weboy (diperankan Lesley Manville), sang matriark atau kepala keluarga Weboy yang karismatik namun memiliki aura kegelapan yang sangat dominan. Blanche bukan tipe orang yang bisa diajak bernegosiasi secara baik-baik.
Di sinilah kengerian dimulai. George dan Margaret terjebak dalam situasi di mana hukum resmi tidak berlaku. Mereka harus berhadapan dengan klan yang menjalankan "hukum" mereka sendiri dengan kekerasan.
Penonton akan disuguhkan adegan-adegan yang memicu adrenalin, di mana pasangan lansia ini harus mempertaruhkan nyawa demi membawa pulang cucu mereka.