Suara.com - Ben Kasyafani buka suara terkait keputusan sang putri, Sienna Ameerah Kasyafani, yang memilih untuk melepas hijab yang selama ini dikenakannya.
Keputusan tersebut sempat menjadi perhatian publik dan memicu berbagai respons dari warganet.
Ia menjelaskan bahwa awal keputusan Sienna dulu mengenakan hijab sebenarnya datang dari dirinya sendiri, bukan karena paksaan dari pihak mana pun.
“Cuma kan waktu memang dia menggunakan hijab itu kalau enggak salah tuh dua Minggu sebelum dia datang bulan, jadi emang dari dia sendiri,” ungkap Ben melansir tayangan YouTube Reyben Entertainment pada Minggu, 5 April 2026.
Ben juga mengaku sempat merasa cemas ketika tahu kabar sang anak mengenakan hijab yang mulai ramai diperbincangkan publik.
“Terus mulai rame orang banyak ngomong aku juga agak deg-degan. Deg-degan tuh maksudnya gini pada saat pakaian bagus orang oke, cuma kalau enggak (jadi polemik),” ujarnya.
Menurutnya, usia Sienna yang masih 13 tahun membuatnya cukup khawatir jika keputusan sang anak mengenakan hijab di usia yang terbilang muda akan memicu polemik ke depannya.
“Namanya masih umur 13 kan, ya dia masih (muda), namanya perempuan takutnya jadi polemik lagi. Tapi untungnya enggak terlalu ini sih, semuanya banyak yang support,” katanya.
Keputusan Sienna yang membuka hijabnya menurut Ben menjadi pembelajaran baginya dan Marshanda agar menjadi orang tua yang lebih memahami soal agama yang sesuai syariat.
“Kita sebagai orang tua yang belajar untuk menjadi orang tua yang lebih soleh solehah lagi, dan juga harapannya pasti sesuai syariat,” tuturnya.

Meski tak sepenuhnya bisa menerima keputusan sang anak, Ben memilih untuk berdiskusi sambil terus menyampaikan nilai-nilai kebaikan.
“Lebih menerima, memperbolehkan, kayaknya enggak tepat juga sih. Berdiskusi terus, mendengarkan, bercerita, tapi sambil menyampaikan juga value-value yang orang tua punya,” beber Ben.
Saat disinggung alasan Sienna membuka hijabnya, Ben mengaku bahwa ada pergolakan batin tersendiri yang mungkin dirasakan sang anak sebagai seorang perempuan.
“Ya selayaknya perempuan lah, perempuan pasti tahu lah. Kita tak perlu bercerita pasti ada pergolakan batin, sama kayak kita laki-laki pasti punya pergolakan batin pada saat kita berusaha menjalankan syariat agama kita,” terangnya.