- Seorang ibu pemilik akun @nindy5760 menuding RS Hasan Sadikin Bandung melakukan kelalaian karena menyerahkan bayinya kepada orang lain.
- Kejadian bermula saat ibu tersebut mendapati bayinya berada dalam gendongan orang lain di ruang bayi rumah sakit tersebut.
- Ia memviralkan insiden tersebut di media sosial karena kecewa dengan prosedur rumah sakit terkait pelepasan gelang identitas bayi.
Suara.com - Konten yang dibagikan oleh pemilik akun media sosial @nindy5760 mendadak viral dan memicu perbincangan luas di jagat maya setelah ia mengaku mengalami insiden mengejutkan usai melahirkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.
Dalam unggahan tersebut, ia menuding adanya kelalaian petugas rumah sakit karena bayinya sempat diserahkan kepada orang lain yang bukan orang tua kandung.
Dalam video yang beredar, perempuan tersebut mengawali ceritanya dengan nada emosional dan menggunakan bahasa Sunda. Ia menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak rumah sakit.
“Saya nggak terima yah sama perawat yang ada di RS Hasan Sadikin, tega banget, anak saya, dikasih ke orang lain,” ucapnya dalam video tersebut.
Ia kemudian menjelaskan kronologi kejadian yang menurutnya membuat dirinya sangat terkejut. Setelah melahirkan, ia mengaku sudah mengikuti arahan rumah sakit, termasuk menyiapkan perlengkapan bayi sejak pagi hari.
Namun, ia merasa proses pemulangan bayi tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Saya kan nunggu lama di rumah sakit kenapa nggak dipanggil-panggil. Sedangkan si teteh itu udah dipanggil,” ujarnya.
Ia menyebut terdapat pasien lain yang seharusnya belum bisa pulang karena kondisi bayi yang masih membutuhkan perawatan medis.
Menurut penuturannya, bayinya sebenarnya sudah dinyatakan sehat dan dijadwalkan untuk pulang. Sementara itu, bayi dari pasien lain masih harus dirawat lebih lanjut akibat adanya masalah kesehatan.
Situasi inilah yang kemudian menjadi awal dugaan kekeliruan penyerahan bayi.
Di tengah penantian tersebut, ia mengaku sempat meninggalkan ruang bayi untuk makan siang. Namun, ia mengatakan tiba-tiba memiliki firasat kuat untuk kembali ke atas.
“Entah firasat saya, ada bisikan telinga ‘cepat ke atas’, ‘lihat anakmu’,” katanya.
Setelah kembali ke ruang bayi, ia mengaku terkejut melihat bayinya sudah berada dalam gendongan orang lain. Ia menegaskan bahwa ia langsung mengenali bayi tersebut dari pakaian dan selimut yang digunakan.
“Coba ke atas, anak saya sudah di tangan orang lain,” ujarnya.
Ia kemudian menghampiri perempuan yang menggendong bayi tersebut untuk memastikan identitasnya. Dalam pengakuannya, ia mempertanyakan apakah orang tersebut menyadari bahwa bayi yang digendong bukan anaknya sendiri.
“Iya gitu teh malah bilang begitu. Lah emang nggak tahu muka anaknya sendiri,” ucapnya dengan nada kesal.
Situasi semakin memanas ketika ia meminta penjelasan dari pihak perawat yang berada di lokasi kejadian. Ia mengaku mendapatkan jawaban yang tidak sesuai dengan harapannya.
“Oh iya saya panggil-panggil ibu Nina nggak ada,” kata salah satu perawat yang ia tirukan dalam video tersebut.
Namun, ia merasa alasan tersebut tidak dapat dibenarkan. Ia mempertanyakan prosedur rumah sakit yang menurutnya sangat berisiko.
“Kalau nggak ada, kenapa anak saya dikasih ke orang lain,” ujarnya dengan nada emosi.
Dalam video yang sama, ia juga menyinggung soal gelang identitas bayi yang seharusnya menjadi pengaman utama agar tidak terjadi kesalahan penyerahan. Ia mengaku terkejut karena gelang tersebut sudah tidak terpasang saat kejadian berlangsung.
![Viral! Ibu di Bandung Ungkap Kelalaian RS Hasan Sadikin, Bayinya Malah Diserahkan ke Orang Lain. [TikTok]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/10/66519-viral-ibu-di-bandung-ungkap-kelalaian-rs-hasan-sadikin-bayinya-malah-diserahkan-ke-orang-lain.jpg)
“Dibayar berapa kamu kalau jual anak saya?” ucapnya dalam video yang viral tersebut.
Ia juga mempertanyakan alasan pelepasan gelang identitas bayi yang menurutnya sangat penting.
“Katanya takutnya banyak virus di dalem,” ujarnya menirukan penjelasan yang ia terima dari pihak rumah sakit.
Menurutnya, alasan tersebut justru semakin membingungkan karena gelang identitas seharusnya menjadi prosedur standar untuk mencegah bayi tertukar. Ia menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian yang sangat serius.
Karena merasa sangat marah dan khawatir kejadian serupa dapat menimpa pasien lain, ia memutuskan untuk mengunggah pengalamannya ke media sosial. Ia mengaku sengaja membuat konten tersebut agar menjadi perhatian publik.
“Saya viralkan sekalian biar pak Deddy tahu,” ujarnya, merujuk pada upayanya untuk menarik perhatian pihak terkait.
“Susternya malah maaf-maaf aja,” ucapnya.
Video ini kemudian menyebar luas dan memicu beragam respons dari warganet. Banyak yang mengaku khawatir dengan dugaan kelalaian tersebut, sementara sebagian lainnya meminta klarifikasi lebih lanjut dari pihak rumah sakit.