Suara.com - Melanie Subono kembali berkomentar terkait Kekerasan Seksual (KS) melalui chat yang dilakukan 16 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI).
Kali ini Melanie membagikan video pernyataan Valenza salah satu pelaku KS di FH UI saat disidang di hadapan teman-temannya.
Valenza rupanya membela diri bahwa pembicaraan yang mengarah ke KS di chat grupnya itu hanya untuk membuka ruang diskusi.
"Sekali lagi saya tahu ini salah, namun tujuan dari ucapan yang saya sampaikan adalah untuk hanya sekadar menimbulkan diskusi di grup seperti.." ucap Valenza yang terhenti karena keburu disoraki teman-temannya yang menyayangkan.
Mendengar pembelaan diri Valenza, Melanie Subono dalam postingannya di Instagram semakin yakin pelaku harus dikeluarkan dari kampus.
"Mereka harus Di-DO (Drop Out). Out. Harus," tegas Melanie Subono pada Rabu, 15 April 2026.
Melanie Subono mengaku tak habis pikir dengan orang-orang yang bercanda menggunakan fisik atau hinaan.
"Kok kasian negara ini kalau sampai lulusannya nanti berijazah tapi sekadar di kertas karena otak dan moralnya enggak," lanjut Melanie Subono.
"Gak punya sedikit ide lebih intelektual kah untuk bikin candaan?" sambungnya.
Menurut Melanie Subono, para pelaku KS di FH UI tidak ada bedanya dengan netizen yang suka minta foto seksi di chat.
"Kasian sebenernya. Dalam kehidupan aslinya pasti pengecut," pungkas putri Adrie Subono tersebut.
Netizen pun sepakat dengan Melanie Subono agar pelaku KS, utamanya di institusi pendidikan, mendapatkan efek jera seperti hukuman DO.
"Calon-calon lawyer, jaksa, hakim. Miris," komentar akun @ulierach***.
"Harus DO dan blacklist di pekerjaan apapun," sahut akun @lialeeal***.

"Jadi kita setuju ya adab etika itu jauh lebih utama dibanding ilmu gelar jabatan status titel dll," kata akun @moms_al_and_dz***.
"Pentingnya memberi makan anak-anak dengan uang halal," balas akun @danihandayan***.
Sama seperti Melanie Subono, BEM UI pun mendesak pihak kampus memberikan sanksi tegas seperti DO untuk menciptakan ruang aman bagi para mahasiswa belajar.
Di sisi lain, pemberian sanksi tegas juga diragukan oleh sejumlah pihak, salah satunya Andovi da Lopez sebagai alumni FH UI angkatan 2012.
Hingga berita ini ditulis, pihak UI sendiri belum memberikan keputusan terkait sanksi tegas yang akan diberikan kepada pelaku.
Kontributor : Neressa Prahastiwi