Dunia hiburan Tanah Air tengah diselimuti duka atas berpulangnya sutradara legendaris, Nayato Fio Nuala, pada Sabtu, (18/4/2026).
Sosok sineas yang wafat di usia 58 tahun ini dikenal produktif dan kerap menggunakan nama samaran seperti Koya Pagayo, Ian Jacobs, hingga Pingkan Utari dalam karya-karyanya.
Sepanjang kariernya, Nayato telah melahirkan puluhan judul yang mendominasi bioskop, terutama di genre horor dan drama remaja.
Berikut adalah napas tilas melalui tujuh film terbaik Nayato Fio Nuala yang telah mewarnai sejarah perfilman Indonesia.
1. The Soul (2003)

Film ini menjadi tonggak awal perjalanan Nayato di layar lebar.
Berkolaborasi dengan Marcella Zalianty dan Iqbal M. Pakula, The Soul berhasil mencuri perhatian kritikus.
Film ini masuk dalam nominasi film terbaik di Bali International Film Festival (BIFEST) 2004.
Tak hanya itu The Soul juga menyabet penghargaan Sinematografi Terbaik di Festival Film Bandung 2004.
Sederet prestasi The Soul membuktikan ketajaman visual Nayato sejak awal kariernya.
2. Ekskul (2006)

Dibintangi oleh Ramon Y. Tungka, Ekskul mengangkat isu perundungan (bullying) yang sangat relevan.
Namun, film ini justru lebih diingat karena skandal di ajang FFI 2006.
Film ini sempat diumumkan sebagai Pemenang Film Terbaik, namun gelar tersebut akhirnya dicabut karena masalah hak cipta pada musik latar (scoring) yang digunakan tanpa izin.
Meski demikian, narasi tentang balas dendam pelajar di film ini tetap menjadi salah satu yang paling ikonik.
3. Cinta Pertama (2006)

Melalui tangan dingin Nayato, film Cinta Pertama menjadi fenomena budaya populer.
Kisah Alya yang terjebak dalam memori cinta pertamanya kepada Sunny menjadi potret drama romantis yang tak lekang oleh waktu.
Film ini sukses memperkenalkan Bunga Citra Lestari (BCL) sebagai aktris layar lebar.
Berkat film ini pula, BCL akhirnya dikenal sebagai penyanyi lewat lagu Sunny yang meledak di pasaran.
4. The Butterfly (2007)

Dalam film ini, Nayato menggandeng Andhika Pratama, Poppy Sovia, dan Debby Kristy dalam sebuah road movie yang emosional.
Bercerita tentang tiga sahabat yang mencari jati diri menjelang usia dewasa.
Film ini menyentuh sisi kemanusiaan yang dalam tentang bagaimana menghargai waktu dan menghadapi pahitnya kehilangan.
5. 18+: True Love Never Dies (2010)

Nayato membuktikan kemampuannya dalam membaca selera pasar melalui film ini.
Mengisahkan romansa dan dinamika persahabatan anak muda usia 18 tahun yang dibintangi Adipati Dolken, Samuel Zylgwyn, dan Arumi Bachsin.
Film ini berhasil masuk dalam jajaran film terlaris tahun 2010 dan menegaskan posisi Nayato sebagai raja film remaja pada masanya.
6. Heart 2 Heart (2010)

Film drama romantis ini menjadi salah satu proyek awal bagi Aliff Alli dan Irish Bella di industri film.
Dengan latar belakang danau yang puitis, Nayato meramu kisah cinta Pandu dan Indah yang harus melewati berbagai ujian berat dan tragedi.
Gaya penyutradaraan Nayato yang khas dalam membangun suasana melankolis terlihat sangat kental di sini.
7. 3600 Detik (2014)

Mengangkat cerita dari novel populer karya Charon, Nayato menghadirkan kolaborasi antara Stefan William dan Shae.
Film ini menyajikan konflik antara dua kepribadian yang bertolak belakang, dibalut dengan rahasia besar yang menyedihkan.
Kehadiran aktor senior seperti Wulan Guritno dan Indra Birowo semakin memperkuat kedalaman cerita drama remaja ini.
Tujuh film tadi menjadi bukti tangan dingin Nayato Fio Nuala dalam sebagai sineas.
Kini film-film karyanya akan menjadi kenangan bagi keluarga dan para penggemarnya.
Dari deretan film-film terbaik Nayato Fio Nuala tadi mana yang sudah pernah kamu tonton?
Kontributor : Safitri Yulikhah