- Uya Kuya menolak menjual rumahnya di Duren Sawit yang dijarah massa saat unjuk rasa pada 30 Agustus 2025.
- Renovasi rumah berjalan lambat karena kerusakan ekstrem akibat pencurian struktur dasar bangunan hingga menyisakan kondisi kosong melompong.
- Akibat proses perbaikan yang belum selesai, keluarga besar Uya Kuya terpaksa hidup berpencar di sejumlah rumah kontrakan.
"Waktu saya bangun pakai hasil kerja saya di tv pagi, siang, sore, malam. Sama sekali enggak ada uang rakyat di situ," tutur Uya.
"Dan gue tetap pengin mempertahankan rumah itu karena itu punya nilai sejarah sendiri buat gua. Kayaknya untuk ngejual rumah itu terlalu berat lah, enggak."
Terkait nominal kerugian materiil, Uya Kuya mengaku tak mau memusingkannya. Dia memilih pasrah dan menata kembali hidupnya pasca-penjarahan.
"Terus terang kalau ditanya kerugian berapa gue enggak ngitung. Tapi banyak bangetlah. Bayangin aja rumah itu seisinya hilang semua, barang-barang yang hilang, dirusak dan lain sebagainya," kata Uya.
"Cuma ya udahlah, gue ikhlas. Ddalam arti kata ya itu udah terjadi, ya sekarang kita move on lagi," tutur Uya Kuya.