Suara.com - Respons Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengenai kecelakaan KRL di Bekasi Timur yang menimpa gerbong khusus perempuan ikut menarik perhatian Gilang Dirga.
Arifah Fauzi mengusulkan kepada Kereta Api Indonesia (KAI) agar gerbong khusus perempuan tak lagi di rangkaian paling depan dan belakang.
"Jadi kalau bisa di posisi di tengah, jadi posisi paling tengah, untuk gerbongnya ya. Supaya juga lebih safe dan aman," ujar Arifah Fauzi.
Pernyataan Menteri PPPA Arifah Fauzi menuai reaksi sinis, salah satunya dari Gilang Dirga.
Melalui Instagram pribadinya pada Selasa, 28 April 2026, Gilang mengunggah gambar dengan latar belakang hitam dan tulisan Menteri PPPA.
"Tanpa mengurangi rasa hormat kepada keluarga korban, ijinkan saya memberikan saran untuk menteri PPPA @arifah.fauzi yang kualitasnya ternyata tidak sesuai ekspektasi saya," tulis Gilang Dirga sebagai caption unggahannya.
Gilang Dirga menilai pernyataan Menteri PPPA Arifah Fauzi mengenai gerbong perempuan dipindahkan ke tengah justru tidak mencerminkan jabatannya.
"Seolah-olah di mata Anda laki-laki tidak berharga," sindir Gilang Dirga
Menurut Gilang Dirga, Arifah Fauzi menyinggung setidaknya lima pihak: laki-laki, perempuan, KAI, keluarga korban, dan Presiden Prabowo Subianto.
"Laki-laki. Yang Anda anggap tidak berharga karena statement tersebut seolah mengatakan 'laki-laki tidak apa-apa jadi korban, yang penting perempuan aman'," jelas Gilang Dirga.

Menteri PPPA Arifah Fauzi dinilai juga menyinggung perempuan, seolah menganggap mereka lebih lemah dan harus dilindungi.
"Padahal saya kenal dengan banyak perempuan hebat yang mampu untuk berjuang demi keluarganya," tutur Gilang.
Sementara itu, pihak KAI diyakini dapat memberikan usulan yang lebih solutif dari saran Menteri PPPA Arifah Fauzi.
"Pihak KAI yang tentunya mungkin memiliki usul yang lebih solutif dibandingkan statement Anda. Seperti memperbaiki sistem sensor dan komunikasi," terangnya.
Gilang Dirga pun meyakini bahwa keluarga korban tidak ingin kecelakaan KRL dialami siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan.