Sentimen negatif publik semakin terlihat dari komentar lainnya yang menganggap kebijakan ini hanyalah upaya "menukar korban" alih-alih menyelesaikan akar masalah pelecehan atau keamanan di transportasi umum.
Netizen lain menuliskan, "Solusi mengurangi korban (salah) Menukar korban (Centang) Emang harus kuat hidup sebagai laki-laki."
Ada juga sindiran tajam lainnya, "Luar biasa memang sekelas mentri idenya briliant sekali."
Belakangan setelah gaduh, sang menteri secara terbuka menyampaikan permohonan maaf. Ia mengatakan bahwa usulannya kurang tepat.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah