Sering Dipingpong Antarinstansi, Banyak Korban Kekerasan Akhirnya Pilih Stop Mengadu

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:47 WIB
Sering Dipingpong Antarinstansi, Banyak Korban Kekerasan Akhirnya Pilih Stop Mengadu
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi ([email protected])
baca 10 detik
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan proses pelaporan kekerasan yang berbelit-belit di Jakarta menyebabkan korban enggan melanjutkan pengaduan kasus.
  • Kementerian PPPA menginisiasi layanan terpadu satu atap guna menyederhanakan akses perlindungan, layanan kesehatan, dan pendampingan hukum bagi korban.
  • Pemerintah memulai proyek percontohan sistem terintegrasi di DKI Jakarta untuk meningkatkan keberanian melapor serta pemenuhan hak korban secara menyeluruh.

Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengungkap salah satu persoalan yang masih dihadapi korban kekerasan adalah proses pelaporan yang berbelit-belit. Tak sedikit korban yang harus berpindah dari satu instansi ke instansi lain hingga akhirnya memilih menghentikan proses pengaduan.

Menurut Arifah, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat angka kasus yang tercatat secara resmi jauh lebih rendah dibanding hasil survei nasional mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kadang mereka harus dari tempat pengaduan pertama, dioper ke pengaduan kedua, kemudian dari pengaduan kedua dioper lagi ke tiga, balik lagi ke sini, dari sini balik lagi. Dan itu yang menyebabkan korban akhirnya malas untuk melapor," kata Arifah di Jakarta, Kamis (5/6/2026).

Ia menjelaskan, korban kekerasan selama ini sering kali harus mengurus berbagai kebutuhan di lembaga yang berbeda-beda, mulai dari pengaduan, pendampingan hukum, layanan kesehatan hingga perlindungan keamanan.

Akibatnya, proses yang seharusnya membantu pemulihan korban justru menjadi beban tambahan.

Arifah menilai kondisi itu perlu dibenahi melalui sistem layanan yang lebih terintegrasi. Karena itu, Kementerian PPPA mulai menginisiasi layanan terpadu yang menggabungkan berbagai instansi terkait dalam satu tempat.

"Maka kami dari Kementerian PPPA menginisiasi instansi dan lembaga yang terkait dengan penyelesaian proses yang harus didapat oleh korban. Kita jadikan satu supaya menjadi satu atap," ujarnya.

Melalui konsep tersebut, korban diharapkan tidak lagi harus berpindah-pindah untuk mendapatkan layanan yang dibutuhkan. Mulai dari perlindungan keamanan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pendampingan lainnya dapat diakses dalam satu lokasi.

"Jadi korban ketika mengalami kekerasan, secara keamanan dia terlindungi, kemudian kebutuhan lainnya juga cukup terpenuhi di satu atap," ucap Arifah.

baca juga

Meski demikian, Arifah mengakui mewujudkan layanan terpadu tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Pemerintah saat ini memulai penerapannya di DKI Jakarta sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke daerah lain.

"Nampaknya ini perlu proses panjang. Jadi ini kita mulai dari DKI Jakarta. Mudah-mudahan kita sambil belajar kekurangannya di mana sehingga kita perbaiki, perbaiki, dan perbaiki agar korban bisa terpenuhi hak-haknya," katanya.

Menurut Arifah, penyederhanaan jalur layanan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan keberanian korban melapor sekaligus memastikan hak-hak mereka dapat dipenuhi secara lebih cepat dan menyeluruh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cukup Sekali Cerita! Pemerintah Janji Respons 1x24 Jam Laporan Kekerasan Perempuan dan Anak

Cukup Sekali Cerita! Pemerintah Janji Respons 1x24 Jam Laporan Kekerasan Perempuan dan Anak

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:39 WIB

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:14 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×