Video Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026 Jadi Kontroversi, Publik Sebut Juri Tidak Adil

Sumarni

Senin, 11 Mei 2026 | 15:49 WIB
Video Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026 Jadi Kontroversi, Publik Sebut Juri Tidak Adil
Video Lomba Cerdas Cermat MPR RI 2026 Jadi Kontroversi, Publik Sebut Juri Tidak Adil [X]
baca 10 detik
  • Lomba Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 menuai kritik karena ketidakkonsistenan penilaian dewan juri terhadap peserta.
  • Juri memberikan skor berbeda untuk jawaban identik terkait mekanisme pemilihan anggota BPK yang diajukan kepada dua tim.
  • Publik di media sosial menyoroti subjektivitas juri yang mengutamakan aspek artikulasi dibandingkan ketepatan substansi jawaban para peserta lomba.

Suara.com - Lomba Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 yang digagas oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tengah menjadi sorotan publik dan menuai banyak kritik dari netizen.

Ajang yang seharusnya menjadi sarana edukasi dan penguatan pemahaman kebangsaan itu justru viral di media sosial karena dianggap menimbulkan kontroversi dalam proses penilaian juri terhadap peserta lomba.

Kritik bermula dari sebuah potongan video yang memperlihatkan perdebatan antara peserta dan dewan juri.

Dalam momen tersebut, salah satu juri yakni Dyastasita WB yang menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi memberikan penilaian berbeda terhadap jawaban peserta meskipun jawaban yang diberikan dinilai sama.

Pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara berbunyi mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Salah satu tim, yaitu Tim C, menjawab bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan kemudian diresmikan oleh Presiden.

Jawaban tersebut kemudian dinilai salah oleh juri dan langsung diberikan pengurangan nilai sebesar minus 5.

Namun, kejadian menarik terjadi ketika pertanyaan yang sama diberikan kepada tim lain, yaitu Tim B. Tim B memberikan jawaban yang identik dengan Tim C.

Anehnya, pada kesempatan ini juri justru menyatakan jawaban tersebut benar dan memberikan nilai 10. Hal inilah yang kemudian memicu protes dari Tim C yang merasa terjadi ketidakkonsistenan dalam penilaian.

baca juga

Meski peserta telah menyampaikan keberatan, pihak juri tetap pada keputusan awal. Dyastasita WB menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan dewan juri dan tidak dapat diganggu gugat.

“Keputusan saya kira di dewan juri,” ujarnya dalam video tersebut.

Situasi semakin menjadi perhatian ketika juri lainnya, Indri Wahyuni yang merupakan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi, menambahkan komentar terkait alasan penilaian. Ia menyoroti aspek teknis seperti artikulasi peserta dalam menjawab pertanyaan.

Menurutnya, kejelasan dalam berbicara menjadi salah satu faktor penilaian penting dalam lomba tersebut.

Ia bahkan menyampaikan bahwa jika dewan juri tidak mendengar jawaban dengan jelas, maka hal itu dapat menjadi dasar pengurangan nilai.

“Peringatan dari awal ya. Artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab dengan artikulasi yang jelas,” ujar Indri Wahyuni dalam video tersebut.

Pernyataan itu justru semakin memicu reaksi keras dari publik. Potongan video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan menjadi bahan perdebatan di kalangan netizen.

Banyak yang menilai bahwa lomba cerdas cermat seharusnya menilai ketepatan jawaban, bukan aspek subjektif seperti cara berbicara, terlebih jika jawaban peserta sebenarnya sudah benar secara substansi.

Beragam komentar pedas pun muncul dari warganet. Sebagian menyebut bahwa keputusan juri tidak konsisten dan kurang adil.

Ada pula yang menyindir bahwa ajang yang seharusnya menguji kecerdasan justru terlihat tidak mencerminkan ketelitian dari pihak penilai.

“Parah sih, lomba cerdas cermat tapi jurinya nggak cermat,” tulis salah satu netizen di platform X.

"Typical boomer, dia yang budeg tapi orang lain yang disalahin artikulasinya. Pantes generasi kita melempem, yang kritis begini malah disalah salahin, harusnya kalo udah tau keputusan juri salah ya gapapa anulir aja, minta maaf, ganti pertanyaannya," imbuh lainnya.

"Udaaaah, nih ibunya nih yang ngurusin artikulasi. Padahal mah mereka aja yang gak denger," sahut lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Guru Baru Mengajar 2 Minggu Gadaikan Laptop Murid, Video Dilabrak Keluarga Korban Viral

Kronologi Guru Baru Mengajar 2 Minggu Gadaikan Laptop Murid, Video Dilabrak Keluarga Korban Viral

Entertainment | Senin, 11 Mei 2026 | 14:46 WIB

Istri Diberi Hadiah Mobil Rp2,2 M karena Sering Pusing dan Mudah Lelah, Diyakini 'Obat Ampuh'

Istri Diberi Hadiah Mobil Rp2,2 M karena Sering Pusing dan Mudah Lelah, Diyakini 'Obat Ampuh'

Entertainment | Senin, 11 Mei 2026 | 14:45 WIB

Belum Lunasi Duit Seragam Rp300 Ribu, 2 Siswa Panti Asuhan Diminta Angkat Kaki dari Sekolah

Belum Lunasi Duit Seragam Rp300 Ribu, 2 Siswa Panti Asuhan Diminta Angkat Kaki dari Sekolah

Entertainment | Senin, 11 Mei 2026 | 11:21 WIB

Logika Sesat Guru Ngaji Surabaya: Cabuli 7 Santri Pria di Bawah Umur Demi Hindari Zina dan Hamil

Logika Sesat Guru Ngaji Surabaya: Cabuli 7 Santri Pria di Bawah Umur Demi Hindari Zina dan Hamil

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:30 WIB

Viral, ART Resign Setelah 4 Hari Kerja karena Tak Kuat Kena AC dan Mabuk Naik Mobil

Viral, ART Resign Setelah 4 Hari Kerja karena Tak Kuat Kena AC dan Mabuk Naik Mobil

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:00 WIB

Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Hadiahnya Rp50 Juta

Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Hadiahnya Rp50 Juta

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×