- Selebgram Woodyrman diduga melakukan penganiayaan terhadap warga negara asing hingga meninggal dunia di Blok M, Jakarta Selatan.
- Peristiwa yang terjadi pada 6 Mei 2026 tersebut terekam CCTV dan viral di media sosial pada 25 Mei.
- Polda Metro Jaya telah menetapkan Woodyrman sebagai tersangka dan menahannya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut atas kasus tersebut.
Suara.com - Sebuah video perkelahian di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, viral di media sosial.
Rekaman tersebut hadir di akun Instagram @viraljakartaselatan pada Senin, 25 Mei 2026.
Hal yang mengejutkan, seorang selebgram diduga menjadi pelaku penganiayaan kepada seorang laki-laki, warga negara asing.
Ironisnya, peristiwa tersebut sudah terjadi sejak 6 Mei lalu, dan baru viral kemarin.
"Aksi sadis di area Blok M terekam CCTV: Selebgram diduga hantam pria dengan botol hingga tewas," demikian keterangan yang tertera di video tersebut.
Akun tersebut menjelaskan, korban adalah seorang warga asing berinisial M.H.F. Ia mengalami pendarahan serius di belakang kepala.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan intensif. Namun sayang, nyawanya tak tertolong.
Sejumlah warganet ramai menuliskan nama selebgram Woodyrman di kolom komentar.
Mereka mengatakan kalau lelaki yang menjadi supporting partner Byon Combat Showbiz ini sebagai pelaku penganiayaan.
"Pelaku Woodyrman," kata @jjo****. "Mana mau lari," sahut @apis****.
Konfirmasi pihak kepolisian
![Mohammad Irman Ali alias Woodyrman tersangka kasus pembunuhan WNA di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada awal Mei lalu. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/26/92896-mohammad-irman-ali-alias-woodyrman.jpg)
Terkait informasi ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia juga mengonfirmasi terduga pelaku adalah Woodyrman, sosok yang disebut warganet terlibat dalam perkelahian ini.
"Benar (pelaku Woodyrman)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat memberikan konfirmasi pada Selasa, 26 Mei 2026.
Woodyrman memiliki nama asli Mohammad Irman Ali yang merupakan warga negara Brunei Darussalam.