- Angeles Duran, wanita asal Spanyol, viral kembali karena memiliki dokumen notaris resmi yang menyatakan dirinya sebagai pemilik sah Matahari.
- Klaim tersebut memanfaatkan celah hukum internasional yang melarang negara menguasai benda langit, namun tidak melarang individu.
- Angeles berencana menarik pajak sinar matahari, di mana mayoritas hasilnya akan disumbangkan untuk negara, sosial, dan penelitian.
Suara.com - Di tengah berbagai berita serius mengenai ekonomi global, muncul kembali kisah seorang perempuan asal Galicia, Spanyol, yang secara hukum mengklaim dirinya sebagai pemilik sah Matahari.
Wanita tersebut adalah Angeles Duran. Meski terdengar seperti skenario film fiksi ilmiah, Angeles tidak main-main dengan klaimnya.
Ia bahkan mengantongi dokumen resmi dari notaris sebagai bukti kepemilikannya atas bintang pusat tata surya tersebut.
Unggahan ini kembali viral setelah dibagikan ulang oleh akun Instagram @Indo_psikologi dan segera menuai ribuan reaksi dari netizen Indonesia.
Berita Lama
Kisah Angeles Duran sebenarnya bukanlah berita baru, namun sifatnya yang tak masuk akal membuatnya terus muncul kembali di permukaan.
Kantor berita AFP pertama kali mengangkat kisah ini pada 2010 silam. Saat itu, Angeles yang berusia 49 tahun memutuskan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh orang kebanyakan.
Bukan sekadar gertakan sambal, Angeles benar-benar mendatangi kantor notaris setempat untuk mendaftarkan Matahari atas namanya.
Dalam dokumen yang diterbitkan, tertulis dengan jelas bahwa Angeles Duran adalah "Pemilik Matahari, satu bintang jenis G2, yang berada di pusat Sistem Tata Surya, dan dari Bumi berada dalam jarak sekitar 149.600.000 kilometer."
Langkah berani ini diambil Angeles setelah ia terinspirasi oleh seorang pria asal Amerika Serikat yang lebih dulu mendaftarkan diri sebagai pemilik Bulan. Angeles merasa, jika Bulan saja bisa dimiliki, mengapa Matahari tidak?
Dasar Hukum yang Diklaim Sah
Bagi banyak orang, mengklaim benda langit adalah hal yang mustahil. Namun, Angeles Duran bersikeras bahwa ia menemukan celah dalam hukum internasional.
Dalam wawancaranya dengan Harian El Mundo yang kemudian dikutip oleh AFP, Angeles menjelaskan bahwa langkahnya memiliki fondasi hukum yang kuat.
"Tak ada penghalang, saya mendukung klaim saya secara hukum, saya tidak bodoh, saya tahu hukum. Saya melakukan itu tapi orang lain juga dapat melakukannya, itu cuma berlaku buat aku sebagai yang pertama," katanya.
Menurut Angeles, meskipun ada perjanjian internasional yang menyatakan bahwa tidak ada negara yang boleh mengklaim kedaulatan atas benda langit di luar angkasa, perjanjian tersebut tidak secara spesifik melarang individu untuk melakukannya. Celah inilah yang ia manfaatkan untuk menjadi "Tuan Tanah" di galaksi kita.