- Membiasakan tidur hanya 4 jam sehari akibat kelelahan bekerja dapat memicu hipertensi dan pecahnya pembuluh darah di otak.
- Menahan sakit kepala berulang dengan obat pereda nyeri tanpa penanganan medis berisiko menyebabkan kematian mendadak akibat stroke hemoragik.
- Tubuh manusia memiliki batas kemampuan, sehingga tidur ideal 7–8 jam sehari merupakan kebutuhan mutlak yang tidak boleh ditawar.
Suara.com - Seorang influencer populer asal China, Wang Yefei, meninggal dunia saat ia tengah berjualan lewat siaran langsung atau live streaming di media sosial.
Berdasarkan pantauan dari unggahan akun @dokter.edukasi, Selasa, 2 Juni 2026, Wang Yefei awalnya memulai siaran langsung dengan semangat seperti biasanya untuk menjajakan produk.
Namun, memasuki menit ke-30, suasana berubah drastis. Wang mulai mengeluh sakit yang luar biasa di bagian kepala dan leher.
Dalam rekaman yang beredar, tampak jelas ekspresi ketidaknyamanan di wajahnya. Ia sempat meninggalkan frame kamera sejenak untuk meminta bantuan asistennya.
Berdasarkan penelurusan Suara.com, berita kematian Wang pernah pertama kali ramai pada Maret 2026. Laporan dari China News Weekly menyebutkan bahwa asistennya sempat memberikan pijatan ringan guna meredakan rasa sakit tersebut.
Sayangnya, kondisi Wang justru kian memburuk hingga ia meminta asistennya memanggil ambulans sebelum akhirnya siaran terputus.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Wang tidak tertolong. Tim medis mengonfirmasi bahwa penyebab kematiannya adalah pendarahan batang otak
Gaya Hidup Ekstrem: Hanya Tidur 4 Jam Sehari
Di balik kesuksesannya di dunia digital, terungkap fakta mengejutkan mengenai gaya hidup Wang Yefei.
Media lokal melaporkan bahwa Wang kerap memaksakan diri bekerja melampaui batas kemampuan tubuhnya. Ia diketahui hanya tidur selama 4 jam dalam sehari.
Setiap harinya, Wang menghabiskan waktu 7 hingga 10 jam hanya untuk melakukan siaran langsung.
Ironisnya, rasa sakit kepala yang ia alami sebenarnya sudah dirasakan sejak lama. Namun, alih-alih memeriksakan diri ke dokter, ia hanya mengandalkan obat penghilang rasa sakit dosis tinggi untuk menekan gejala tersebut agar tetap bisa bekerja.
Mengapa Kurang Istirahat Bisa Menyebabkan Pendarahan di Kepala?
Kasus Wang Yefei menjadi bukti nyata betapa mematikannya akumulasi kelelahan karena terus dibiarkan. Pendarahan batang otak yang dialaminya merupakan salah satu jenis stroke hemoragik yang paling berbahaya.
Secara medis, kurang tidur kronis menyebabkan tekanan darah meningkat secara drastis (hipertensi), demikian catatan American Heart Association.

Ketika tubuh tak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, sistem saraf simpatis tetap aktif, memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin secara terus-menerus. Kondisi ini membuat pembuluh darah di otak menjadi tegang dan rapuh.
Jika tekanan ini terus berlanjut tanpa intervensi, pembuluh darah kecil di otak, terutama di area batang otak yang mengontrol fungsi vital seperti pernapasan dan detak jantung, bisa pecah. Inilah yang menyebabkan kematian mendadak.
Belajar dari tragedi Wang Yefei, kita diingatkan bahwa tubuh manusia bukanlah mesin.
Seberapa besar pun tuntutan pekerjaan, waktu istirahat 7-8 jam sehari adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Jika sering mengalami sakit kepala yang berulang, segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis profesional ketimbang cuma bergantung pada obat pereda nyeri.