- Seorang ayah melindungi tetangga etnis Tionghoa saat kerusuhan Mei 1998 dengan menyamar sebagai keluarga Muslim.
- Setelah 13 tahun berlalu, tetangga yang ditolong menghadiahi sebidang tanah.
- Hadiah tanah tersebut mengubah nasib keluarga penolong, membuat rumah mereka yang semula di gang sempit kini berada di pinggir jalan besar dengan akses yang luas.
Suara.com - Viral kisah bagaimana sebuah tindakan kemanusiaan yang tulus di masa kelam Indonesia tahun 1998, membuahkan hasil tak terduga belasan tahun kemudian.
Kisah ini dibagikan akun Threads @sea_idjastip yang kemudian menyebar dan salah satunya dibagikan akun Instagram Tante Rempong Official pada Minggu, 7 Juni 2026.
Pada Mei 1998, Indonesia dilanda kerusuhan hebat yang dipicu oleh krisis moneter dan ketidakstabilan politik.
Sayangnya, kelompok etnis Tionghoa menjadi sasaran amuk massa akibat sentimen sosial yang terprovokasi.
Di tengah situasi mencekam tersebut, seorang pria, ayah dari pemilik akun Threads @sea_idjastip melakukan tindakan heroik yang cerdas untuk melindungi tetangganya yang merupakan etnis Tionghoa.
Alih-alih ikut terbawa arus kebencian, sang ayah justru memasang badan. Strategi unik dilakukan untuk mengelabui massa yang mungkin lewat.
Sang ayah dengan sengaja menjemur sajadah di depan rumah tetangganya tersebut. Pintu rumah tetangganya juga ditempeli stiker kaligrafi Ayat Kursi agar terlihat seperti rumah keluarga Muslim atau pribumi.
"Papaku juga nyuruh mamaku sesekali nyapu halaman tetangga itu pakai gamis sama hijab," tulis unggahan tersebut.
Penyamaran ini dilakukan dengan sangat rapi untuk menciptakan kesan bahwa penghuni rumah tersebut adalah bagian dari warga lokal, sehingga massa tidak akan menjadikannya sasaran serangan.
Selama hari-hari yang penuh ketegangan, keluarga etnis Tionghoa tersebut dilarang keras untuk keluar rumah demi alasan keamanan.
Untuk kebutuhan logistik, orangtua pengunggah cerita inilah yang secara diam-diam menyuplai sembako dan bahan makanan lainnya.
Meskipun uang belanja diganti oleh tetangga tersebut, risiko yang diambil keluarga ini sangatlah besar mengingat kondisi saat itu sangat tidak terduga.
Selama berhari-hari, mereka menjadi pelindung sekaligus penyambung hidup bagi tetangga yang ketakutan.
Keajaiban 13 Tahun Kemudian
Waktu berlalu, dan kondisi Indonesia berangsur pulih. Namun, kebaikan yang ditanam pada 1998 itu tidak pernah dilupakan oleh keluarga yang ditolong.