- Seorang ayah melindungi tetangga etnis Tionghoa saat kerusuhan Mei 1998 dengan menyamar sebagai keluarga Muslim.
- Setelah 13 tahun berlalu, tetangga yang ditolong menghadiahi sebidang tanah.
- Hadiah tanah tersebut mengubah nasib keluarga penolong, membuat rumah mereka yang semula di gang sempit kini berada di pinggir jalan besar dengan akses yang luas.
Pada 2011, tepat 13 tahun setelah kerusuhan, sang kepala keluarga tetangga tersebut datang menemui ayah pengunggah cerita.

Tanpa banyak basa-basi, ia mengajak sang ayah ke notaris. Ternyata, keluarga etnis Tionghoa tersebut berencana untuk pindah dan menetap di Singapura.
Sebelum pergi, mereka ingin memberikan tanda terima kasih yang luar biasa, yakni sebidang tanah seluas 4,5 meter x 14 meter yang diambil dari bagian halaman rumah mereka.
Momen haru terjadi saat proses penyerahan tersebut. Istri dari tetangga itu yang akrab disapa Bu Cia, mengungkapkan kalimat yang menggetarkan hati.
"Kami yang banyak berhutang Bu, terima kasih ya. Sejak Ibu sering nyapuin halaman kami 13 tahun lalu, saya bilang sama suami dan anak-anak, halaman ini milik Bu Riani," kenangnya.
Bagi keluarga sang pengunggah, pemberian ini mengubah hidup mereka secara fisik. Rumah mereka yang awalnya berada di dalam gang sempit yang hanya bisa dilalui sepeda motor, kini berubah menjadi rumah pinggir jalan dengan halaman yang luas dan akses yang jauh lebih baik.
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut terus mendapat respons positif dari warganet. Banyak yang berharap agar semangat persaudaraan seperti ini terus terjaga di Indonesia.