- Penyanyi Givri Taj menjalani prosedur operasi pembentukan tubuh di Beauty Medika Hospital, Ho Chi Minh City, Vietnam.
- Givri resmi menjadi duta merek rumah sakit tersebut setelah puas dengan hasil operasi sedot lemaknya.
- Ia menganggap fasilitas medis di Vietnam lebih maju dibandingkan Indonesia karena tidak dianggap sebagai hal tabu.
Suara.com - Artis sekaligus penyanyi Givri Taj secara terbuka membagikan pengalamannya menjalani serangkaian operasi plastik di Beauty Medika Hospital, Ho Chi Minh City, Vietnam.
Keputusan tersebut diambil setelah ia merasa puas dengan hasil tindakan medis yang pertama kali dijalaninya sebagai pasien biasa.
Givri mengungkapkan bahwa awalnya ia sama sekali tidak memiliki hubungan kerja sama dengan rumah sakit maupun dokter yang menanganinya.
Ia datang ke Vietnam murni sebagai pasien untuk melakukan prosedur operasi plastik.
Setelah melihat hasil yang dinilai memuaskan, ia memutuskan kembali menjalani tindakan lain di rumah sakit yang sama.
![Givri Taj [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/09/10330-givri-taj.jpg)
"Awalnya saya hanya pasien biasa. Saya menerima tawaran menjadi brand ambassador karena saya sudah membuktikan sendiri hasil operasi bersama Dr. Richard sangat memuaskan," ujar Givri dalam pernyataannya.
"Karena hasilnya bagus, saya balik lagi ke Ho Chi Minh untuk operasi yang lain. Ternyata Dr. Richard mencari tahu tentang saya, lalu beliau meminta saya menjadi brand ambassador," sambungnya lagi.
Dalam prosedur yang dijalaninya, Givri melakukan operasi pembentukan tubuh secara menyeluruh.
Ia menjalani sedot lemak di beberapa area tubuh, mulai dari lengan, punggung, perut, hingga ketiak.
Selain itu, dokter juga mengangkat sisa kulit berlebih di bagian perut agar tampak lebih rata.
Tak hanya itu, lemak hasil sedot lemak tersebut kemudian dimanfaatkan kembali melalui prosedur fat grafting atau pemindahan lemak ke area bokong dan payudara untuk memberikan bentuk tubuh yang lebih proporsional.
"Saya sedot lemak di seluruh tubuh, lengan, punggung, perut, ketiak. Lalu sisa kulit perut dipotong dan dibuat rata. Dan lemak dari badan dipindah kan ke area bokong dan payudara," jelasnya.
Menurut Givri, hasil yang diperoleh membuat dirinya semakin yakin untuk menjalin kerja sama dengan rumah sakit tersebut sebagai brand ambassador.
"Saya sangat puas dengan hasilnya, makanya saya berani menerima kerja sama ini," katanya.
Givri juga menilai perkembangan industri bedah plastik di Vietnam sudah jauh lebih maju dibandingkan dengan Indonesia.
Menurutnya, prosedur operasi plastik di Indonesia masih sering dipandang negatif dan dianggap sebagai hal yang tabu oleh sebagian masyarakat.
"Karena di Indonesia operasi plastik itu masih dianggap hal yg melanggar agama dan hal yang tabu untuk dilakukan. Sementara di Vietnam operasi plastik itu sudah seperti kebutuhan," ungkapnya.
"Otomatis pengalamannya jauh lebih banyak di banding Indonesia baik itu dari obat-obatannya ataupun skill dari dokternya," tambahnya.
Meski telah menjalani berbagai prosedur pada tubuhnya, Givri menegaskan bahwa perubahan pada wajahnya masih sangat minimal.
Ia mengaku hanya melakukan operasi pada bagian kelopak mata untuk memperbaiki bentuk yang sebelumnya tidak simetris.
"Kalau untuk tubuh saya sudah sangat puas. Untuk wajah, saya hanya operasi kelopak mata karena kanan dan kiri saya tidak sama tinggi. Jadi saya ingin membuatnya lebih simetris, bukan mengubah wajah," tuturnya.
Ia pun menegaskan bahwa wajahnya saat ini masih mempertahankan karakter aslinya.
Namun, Givri tidak menutup kemungkinan suatu saat akan menjalani prosedur lain apabila dirasa diperlukan.
"Selebihnya wajah saya masih original. Tapi saya juga tidak menutup kemungkinan kalau suatu hari nanti operasi hidung atau bagian wajah lain yang memang bisa mengubah penampilan," bebernya.
"Untuk sekarang saya masih belum ingin mengubah wajah, kecuali untuk memperbaiki," pungkasnya sambil tertawa.