- Film bencana Into the Storm garapan sutradara Steven Quale dirilis pada tahun 2014 lalu.
- Trans TV menayangkan film tentang badai tornado di Silverton, Oklahoma tersebut pada Kamis malam.
- Film berdurasi 89 menit ini menampilkan efek visual luar biasa berupa tornado raksasa yang mengerikan.
Suara.com - Apa jadinya jika hari yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi mimpi buruk dalam hitungan menit?
Itulah premis mencekam yang ditawarkan oleh Into the Storm, sebuah film bencana garapan sutradara Steven Quale yang dirilis pada 2014.
Meski sudah beberapa tahun berlalu, film ini tetap menjadi salah satu referensi utama bagi pencinta genre natural disaster berkat efek visualnya yang luar biasa dan sudut pandang penceritaan yang unik.
Into the Storm akan tayang pada pada Kamis (30/7/2026) malam ini pukul 20.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Berlatar di kota fiktif Silverton, Oklahoma, film ini mengikuti beberapa kelompok orang yang terjebak dalam serangkaian tornado yang belum pernah terjadi sebelumnya.
![Film Into the Storm akan tayang pada Kamis (30/7/2026) malam ini pukul 20.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/30/39980-film-into-the-storm.jpg)
Ada Gary Fuller (diperankan oleh Richard Armitage), seorang wakil kepala sekolah yang berusaha menyelamatkan putranya di tengah badai saat acara kelulusan.
Di sisi lain, kita melihat tim pemburu badai profesional yang dipimpin oleh Pete Moore (Matt Walsh) dan meteorolog Allison Stone (Sarah Wayne Callies).
Mereka tidak lari menjauh, melainkan justru mengejar pusat badai demi mendapatkan rekaman sekali seumur hidup menggunakan kendaraan lapis baja canggih bernama "Titus".
Sensasi "Found Footage" yang Nyata
Salah satu hal yang membuat Into the Storm berbeda dari film pendahulunya seperti Twister (1996) adalah gaya penyutradaraannya.
Film ini menggunakan pendekatan found footage atau sudut pandang kamera tangan, kamera keamanan, dan ponsel pintar.
![Film Into the Storm akan tayang pada Kamis (30/7/2026) malam ini pukul 20.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/30/69114-film-into-the-storm.jpg)
Teknik ini memberikan kesan "mentah" dan nyata, seolah-olah penonton berada langsung di lokasi kejadian.
Penonton diajak merasakan guncangan, suara angin yang menderu, hingga kengerian saat benda-benda raksasa, termasuk pesawat terbang, terangkat ke udara seperti mainan.
Penampilan Para Bintang
Richard Armitage, yang dikenal lewat perannya sebagai Thorin di trilogi The Hobbit, tampil solid sebagai sosok ayah yang heroik namun manusiawi.
Sementara itu, Sarah Wayne Callies (The Walking Dead) memberikan kedalaman emosional sebagai seorang ibu sekaligus ilmuwan yang harus berpacu dengan waktu.
Kehadiran Matt Walsh sebagai pemburu badai yang ambisius juga memberikan dinamika menarik, menunjukkan sisi obsesif manusia dalam menaklukkan alam.
Media internasional memberikan apresiasi tinggi pada aspek teknis film ini. Meskipun naskahnya tergolong sederhana, Into the Storm adalah pencapaian luar biasa dalam hal efek visual.
Tornado api dan tornado raksasa berdiameter bermil-mil yang ditampilkan di layar lebar dianggap sebagai salah satu penggambaran badai paling mengerikan dalam sejarah sinema.
Film ini juga berhasil membangkitkan adrenalin penonton tanpa henti selama 89 menit durasinya.
Hingga saat ini, Into the Storm tetap menjadi pengingat betapa kecilnya manusia di hadapan kekuatan alam yang tak terduga.