- Grup musik Kahitna sukses menggelar konser perayaan 40 tahun karier di NICE, PIK 2, Tangerang, pada Sabtu, 5 September 2026.
- Konser tersebut dihadiri oleh 18.000 penonton serta menampilkan sejumlah bintang tamu seperti Tiara Andini, Arsy Widianto, dan Monita Tahalea.
- Acara ini juga menghadirkan penghormatan khusus kepada mendiang Carlo Saba melalui penampilan teknologi virtual di atas panggung.
Suara.com - Konser 40 Tahun Kahitna sukses digelar di NICE, PIK 2 Tangerang pada Sabtu, 5 September 2026. Tak kurang dari 30 lagu dibawakan Hedi Yunus, Mario Ginanjar bersama bintang tamunya.
Hadir diantara deretan bintang tamu di konser Kahitna yakni Tiara Andini, Arsy Widianto, Niki Becker dan tentunya Monita Tahalea.
Layaknya konser Kahitna, instrumen lagu-lagu band asal Bandung ini menjadi pembuka. Tercatat, 18.000 soulmate bernyanyi bersama jelang kemunculan Yovie Widianto cs.

Sementara di panggung, kain putih menjadi penutup sebelum akhirnya terbuka seiring dengan lagu 'Bagaimana' yang menjadi pembuka.
"Selamat malam, selamat datang di konser 40 tahun Kahitna!" sapa Mario Ginanjar di panggung sepanjang 60 meter.
Lalu, seperti apa konser Kahitna semalam? Berikut rangkumannya.
* Lagu langganan Kahitna
Menyusul Mario Ginanjar, Hedi Yunus kemudian menyapa penggemar dan menyuguhkan lagu kedua, lagu spesial yang dibuat Kahitna untuk penggemarnya, 'Soulmate'.
Berlanjut ke lagu 'Cinta Sendiri', setlist langganan yang sepertinya hampir selalu ada di setiap penampilan Kahitna.
Penonton, jelas menikmati lagu-lagu andalan Kahitna untuk sing along. Apalagi saat Mario Ginanjar meminta mereka untuk meluapkan perasaan melalui lagu, makin terdengar kencang lagi suara-suara penggemar menyanyikan hits Kahitna.

"Anggap konser ini sebagai terapi buat kalian," ucap penyanyi 44 tahun tersebut.
'Cerita Cinta', 'Merenda Kasih', 'Menanti', 'Aku, Dirimu, Dirinya', 'Tentang Diriku' seakan menjadi lagu wajib yang dibawakan di penampilan Kahitna.
Beruntungnya, aransemen lagu 'Tentang Diriku' yang dibawakan secara jazz seakan menjadi kejutan kecil buat penggemar setia Kahitna.
Ya, mendengar versi lain yang spesial hadir di konser, rasanya memang perlu. Tak cuma itu, lagu yang ditulis mendiang Carlo Saba, 'Setahun Kemarin' juga dibawakan dengan versi berbeda.
Dansa, dansa ala tango yang lagi-lagi membuat penonton seperti saya, bertepuk tangan kencang di konser Kahitna.
* Carlo Saba tetap ada untuk Kahitna
Kahitna, memang tidak melupakan Carlo Saba. Seperti kata Mario, "selamanya kami bersembilan guys."
Perayaan buat Carlo Saba tak berhenti sampai di situ. Lagu 'Permaisuriku' yang diciptakan, pun masuk dalam setlist.

Bahkan dengan kemampuan teknologi, Carlo Saba hadir lewat virtual, menyanyikan lagu 'Katakan Saja'. Tentu saja, sambil bergoyang dengan dua rekannya, Hedi Yunus dan Mario Ginanjar di panggung.
"Sampai kapanpun, kami akan meneruskan legacy mas Carlo," kata Mario Ginanjar.
*Aksi Tiara Andini cs Beri Sentuhan Beda di lagu Kahitna
Kahitna tidak salah memilih bintang tamu. Sebab tiap-tiap dari mereka memberikan warna tersendiri di lagu nostalgia Kahitna.
Niki Becker contohnya, berhasil membuat merinding dengan lagu 'Menanti'.
Belum lagi kolaborasi apik Arsy Widianto dan Tiara Andini di single 'Menikahimu', ditambah ada adegan pasang cincin. Waaah, sungguh romantis!
Gong lainnya, ada Email Dardak, sang Wakil Gubernur Jawa Timur. Punya suara bagus, jago menari, sempurna untuk lagu daerah Kahitna, 'Lajeungan'.
Satu lagi, bintang tamu yang lagunya tengah naik daun, Monita Tahalea bersama Kahitna membawakan lagu Titik Nadir.
Akhirnya, penggemar bisa melihat penampilan langsung yang memukau dari Kahitna bersama Monita Tahalea.
* Sedikit catatan kecil buat Kahitna
Pada akhirnya, konser Kahitna semalam menjadi bukti bahwa penggemarnya datang dari berbagai generasi. Menjadikan acara semalam sebagai tempat karaoke masal.
Namun ada beberapa catatan kecil, sedikit saja untuk Kahitna. Bahwa, penggemar juga menantikan lagu-lagu underrated yang jarang dibawakan.

Seperti 'Diasinin', ' Mentariku', 'Hampir Jadi', 'Lebih Dari Sekedar Cantik', 'Insomnia' atau bahkan lagu 'Adakah Dia' yang hadir di album Permaisuriku bersamaan dengan single ciptaan Carlo Saba.
Lainnya, panggung yang fokus di tengah dan penonton di ujung sayap kanan dan kiri hanya kebagian layar besar. Untungnya, Mario Ginanjar dan Hedi Yunus berinisiatif rajin menyapa dengan bergeser ke ujung.